Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pembatalan 500 Rumah Duafa dan Terhentinya Lanjutan RSUDYA, Mualem Diduga Dikhianati Bawahannya

redaksi by redaksi
21/09/2025
in Nanggroe
0
Pembatalan 500 Rumah Duafa dan Terhentinya Lanjutan  RSUDYA, Mualem Diduga Dikhianati Bawahannya

Tapaktuan – Pembatalan pembangunan 500 rumah duafa dan terhentinya lanjutan proyek RSUD Dr. H. Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan menimbulkan kegaduhan besar di Aceh.

Koordinator Gerakan Muda Peduli Aceh (GeMPA), Ariyanda Ramadhan, menilai ada skenario tersembunyi yang sengaja digerakkan untuk mempermalukan Gubernur Muzakir Manaf alias Mualem di hadapan rakyat. Menurutnya, polemik ini sarat dengan indikasi “operasi garis dalam” dan pengkhianatan dari kalangan internal birokrasi sendiri.

Bagi publik, kedua proyek tersebut bukanlah program biasa. Rumah duafa adalah simbol kepedulian terhadap rakyat kecil, sementara RSUD-YA Tapaktuan direncanakan sebagai rumah sakit regional yang menjadi janji strategis dalam visi-misi Mualem–Dek Fad. Ketika keduanya tersendat, muncul kesan bahwa kepemimpinan Mualem gagal menunaikan komitmen utamanya.

Kondisi ini diperburuk dengan narasi ketimpangan pembangunan di kawasan barat-selatan Aceh, yang sejak lama merasa dianaktirikan dalam distribusi anggaran provinsi.

Ariyanda menilai, situasi ini dapat memicu kekecewaan besar, apalagi pasangan Mualem-Dek Fad sebelumnya meraih kemenangan telak di empat kabupaten wilayah barat-selatan dalam pilkada lalu. Jika janji pembangunan justru mandek di basis dukungan utama, maka efek politiknya bisa menjadi bumerang. “Ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan ada indikasi penghianatan dari dalam birokrasi sendiri yang ingin merusak citra panglima rakyat Aceh,” tegas Ariyanda, Minggu 21 September 2025.

Dugaan adanya pengaturan tender, tarik-menarik kepentingan, hingga praktik jual-beli jabatan yang sempat mencuat ke publik semakin menguatkan opini bahwa proyek-proyek vital sengaja dipolitisasi. “Preseden ini bukan sekadar membatalkan proyek, tetapi merusak legitimasi Mualem di mata rakyat,”sebutnya.

Isu ini juga punya dimensi strategis yang lebih besar. Jika kegagalan pembangunan rumah duafa dan RSUD-YA terus bergulir tanpa penyelesaian, bukan hanya reputasi pemerintah yang runtuh, tetapi juga bisa membangkitkan kembali wacana pemekaran Aceh dari wilayah barat-selatan. Sentimen ini berbahaya, sebab menyangkut keadilan distribusi pembangunan dan rasa memiliki terhadap Aceh secara keseluruhan.

“Bagi Mualem, ujian ini akan menentukan apakah ia mampu membuktikan dirinya sebagai panglima rakyat yang benar-benar setia pada janji, atau justru menjadi korban permainan internal. Rakyat menunggu tindakan tegas, transparansi anggaran, evaluasi pemerintahan dan solusi nyata. Tanpa itu, stigma dikhianati bawahan bisa berubah menjadi vonis publik bahwa janji besar seorang panglima rakyat hanyalah retorika yang dikalahkan oleh intrik birokrasi,” pungkasnya.

Previous Post

SMAN 10 Fajar Harapan Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

Next Post

UUS BTN akan Tambah Dua Jaringan di Aceh

Next Post
UUS BTN akan Tambah Dua Jaringan di Aceh

UUS BTN akan Tambah Dua Jaringan di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

27/03/2026
Pemkab Aceh Besar: THR dan Gaji 13 Guru Sudah Dibayarkan, TPG Segera…!

Pemkab Aceh Besar: THR dan Gaji 13 Guru Sudah Dibayarkan, TPG Segera…!

27/03/2026
Kapolda Ajak Generasi Muda Implementasi Program Kepolisian Hijau

Kapolda Ajak Generasi Muda Implementasi Program Kepolisian Hijau

27/03/2026
Sekda Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Sekda Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

27/03/2026
Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Pembatalan 500 Rumah Duafa dan Terhentinya Lanjutan RSUDYA, Mualem Diduga Dikhianati Bawahannya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com