Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

BMKG Prediksi Tingkat Intensitas Hujan di Aceh Mulai Menurun

redaksi by redaksi
28/11/2025
in Nanggroe
0
BMKG Prediksi Tingkat Intensitas Hujan di Aceh Mulai Menurun

Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Banda Aceh – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh menyatakan tingkat intensitas hujan di Aceh mulai menurun dibandingkan dua hari sebelumnya, karena siklon tropis senyar memasuki kepunahan.

“Secara umum, keadaan cuaca seminggu ke depan dapat kami sampaikan bahwa tropical cyclone senyar saat ini sudah memasuki masa punah,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Nasrol Adil, di Banda Aceh, Kamis.

Dirinya menjelaskan, sebelumnya pada 21 November 2025 siklon tropis senyar berada di Selat Malaka, kemudian pada 24 November bergerak ke wilayah daratan Sumatera Utara, dan sehari berikutnya sampai ke Aceh.

Lalu, pada 26 November, kondisi cuaca tersebut memasuki fase pertumbuhan dewasa sehingga hujan turun dengan intensitas tinggi dengan durasi lama. Berikutnya hari ini, mengalami masa punah atau saturasi.

“Untuk tiga hari ke depan, hujan yang akan kita dapati (wilayah Aceh) mencapai kurang dari 20 atau sekitar 20 milimeter (mm) per hari,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, lanjut Nasrol, hujan ekstrem pada 25–26 November kemarin itu mencapai 150–200 mm per hari. Artinya, sudah berada pada level ekstrem, dan alhamdulilah kini sudah berangsur berkurang.

Meski demikian, dirinya mengingatkan masyarakat harus tetap selalu mewaspadai adanya aliran air atau hujan yang berasal dari wilayah pegunungan seperti Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Tengah hingga dataran tinggi Nagan Raya.

Wilayah tersebut, lanjut dia, secara teori merupakan daerah terjebaknya massa udara. Di mana, massa udara yang masih tersisa dapat terkumpul dan berpotensi menimbulkan hujan di hulu, sehingga bisa membawa banjir kiriman maupun banjir bandang ke kawasan hilir.

“Ini merupakan sisa-sisa ekor badai siklon kemarin yang menjadi gaya akhir dari pergerakan awan tersebut,” katanya.

Selain itu, tambah Nasrol, perlu juga diwaspadai, bahwa bulan November merupakan puncak musim hujan di Aceh, dan bakal sedikit menurun pada Desember 2025.

Pola-pola cuaca yang mungkin terjadi setelah siklon ini antara lain seperti petir, angin kencang, hingga puting beliung yang bersifat sporadis. Potensi ini dapat terjadi di wilayah Aceh.

“Terutama kawasan persawahan dekat pegunungan, pesisir berbatasan pegunungan, serta hamparan luas dekat perbukitan. Potensi-potensi ini tetap perlu diwaspadai,” demikian Nasrol Adil.

Sebagai informasi, Aceh diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama sejak sepekan terakhir, dan sampai laporan terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir sudah merendam 16 dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Akibat banjir dan longsor di Aceh, selain rumah, jalan dan putusnya jembatan, banyak lahan pertanian terendam hingga padamnya listrik karena ada tiang-tiang transmisi roboh. Bahkan, musibah hidrometeorologi ini juga telah menelan korban jiwa sebanyak 22 orang.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem resmi menetapkan Aceh berstatus daerah tanggap darurat bencana 2025 menyusul bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor terjadi hampir di seluruh Aceh sejak beberapa hari terakhir.

Penetapan status tanggap darurat bencana ini berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 28 November 2025 sampai 11 Desember 2025.

Sumber: antara

Previous Post

4 Jembatan di Aceh Putus Imbas Banjir, 20 Titik Longsor di Sibolga

Next Post

Hujan Deras Picu Banjir di Aceh Besar, BPBD Gerak Cepat Lakukan Evakuasi dan Penanganan

Next Post
Hujan Deras Picu Banjir di Aceh Besar, BPBD Gerak Cepat Lakukan Evakuasi dan Penanganan

Hujan Deras Picu Banjir di Aceh Besar, BPBD Gerak Cepat Lakukan Evakuasi dan Penanganan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Baleg Sepakati RUU Pemerintahan Aceh Jadi Usul Inisiatif DPR

Baleg Sepakati RUU Pemerintahan Aceh Jadi Usul Inisiatif DPR

27/05/2026
Pemko Banda Aceh Distribusikan Hewan Kurban ke Sejumlah Gampong

Pemko Banda Aceh Distribusikan Hewan Kurban ke Sejumlah Gampong

27/05/2026
Seorang Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi

Seorang Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi

27/05/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Umat Teguhkan Spirit Kurban dan Kepedulian Sosial

Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Umat Teguhkan Spirit Kurban dan Kepedulian Sosial

27/05/2026
Fantastis, 204 Siswa Aceh Timur Lulus PTN Melalui Jalaur SNBT Meningkat dari  2025

Fantastis, 204 Siswa Aceh Timur Lulus PTN Melalui Jalaur SNBT Meningkat dari  2025

27/05/2026

Terpopuler

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

24/05/2026

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

Pemko Banda Aceh Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

Tidak Didukung Pemerintah Aceh, Seniman Gadai Kendaraan dan Emas Demi Tampil di Luar

Jelang Libur Iduladha, Pesantren Al Zahrah Lakukan Terobosan Baru Ini!

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com