Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Pemprov Sulsel Kirim 100 Tenaga Medis dan Logistik ke Aceh Tamiang

redaksi by redaksi
13/12/2025
in Lintas Timur
0
Pemprov Sulsel Kirim 100 Tenaga Medis dan Logistik ke Aceh Tamiang

TAMIANG- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan Sulsel mengerahkan lebih dari 100 tenaga medis serta bantuan logistik ke Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir disertai longsor di Provinsi Aceh.

Langkah tersebut dilakukan atas arahan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai bagian dari respons cepat kemanusiaan terhadap kondisi darurat pascabencana.

Koordinator Tim Medis Pemprov Sulsel untuk Bencana Sumatera, dr. Arman Bausat, Sp.B, Sp.OT, Subsp. OTB (K), menjelaskan bahwa dampak di Aceh Tamiang sangat serius. Banyak rumah warga hancur dan tertutup lumpur dengan ketebalan tinggi sehingga menyulitkan warga untuk membersihkan tempat tinggal mereka.

“Lumpur masih sangat tebal di rumah-rumah warga. Masyarakat tidak bisa berbuat banyak karena lumpur sulit dikeluarkan,” ujar dr. Arman, Sabtu, 13 Desember 2025.

Ia menjelaskan, tim medis Pemprov Sulsel dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni tim lapangan dan tim rumah sakit. Tim lapangan berjumlah sekitar 60 orang dan bertugas di 14 posko kesehatan yang tersebar di 14 kecamatan terdampak.

“Setiap posko diisi 5 sampai 6 tenaga medis, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dan perawat,” katanya.

Selain layanan kesehatan, tim lapangan juga membawa obat-obatan serta bantuan logistik untuk masyarakat, termasuk beras dan kebutuhan dasar lainnya.

Sementara itu, tim lainnya bertugas di rumah sakit, termasuk melibatkan sekitar 25 dokter spesialis dari berbagai bidang, antara lain penyakit dalam, saraf, ortopedi, bedah umum, THT, bedah mulut, serta dokter gigi.

“Sudah dua hari kami bertugas di rumah sakit,” ujar dr. Arman.

Namun, keterbatasan fasilitas menjadi tantangan besar. Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang baru kembali beroperasi empat hari lalu, sementara kamar operasi baru bisa digunakan dua hari terakhir. Hampir seluruh ruang perawatan, ICU, laboratorium, dan radiologi masih tertutup lumpur.

Kondisi tersebut mendorong tim medis Sulsel bersama unsur TNI melakukan pembersihan ruang poliklinik yang tertutup lumpur, banjir terlihat meninggalkan jejak hingga 1,5 meter.

“Alhamdulillah kami bersama nakes dan dibantu TNI membersihkan ruang poliklinik. Insya Allah hari ini sudah bisa digunakan,” kata dr. Arman yang juga menjabat Plt Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi.

Ruang tersebut tidak difungsikan sebagai poliklinik, melainkan dialihfungsikan menjadi ruang perawatan karena akses ruang perawatan sebelumnya cukup jauh dari IGD dan belum memungkinkan digunakan.

Di tengah keterbatasan, para tenaga kesehatan juga menghadapi persoalan logistik pribadi, seperti seperti tempat istirahat dan air bersih.

Dari sisi penanganan medis, banyak korban bencana yang harus menjalani tindakan operasi, termasuk kasus patah tulang dan cedera akibat tertimpa kayu atau material bangunan.

Selain tenaga medis, Pemprov Sulsel juga mengirimkan sekitar 8 ton bantuan logistik berupa sembako serta bantuan genset. Bantuan tersebut didistribusikan melalui BPBD kepada masyarakat dan kelompok relawan, termasuk Baznas.

“Alhamdulillah hampir semuanya sudah terdistribusi,” kata dr. Arman.

Sebanyak 14 unit genset disalurkan ke Dinas Kesehatan untuk kemudian didistribusikan ke puskesmas-puskesmas di 14 kecamatan yang mengalami pemadaman listrik.

Genset tersebut dilengkapi dengan instalasi lampu 100 dan 50 watt serta istrument lainnya, seperti kabel rol guna mendukung operasional layanan kesehatan.

Previous Post

Aceh Bergerak Buka Pendaftaran Relawan, Hampir 900 Orang Siap Diterjunkan Pekan Depan

Next Post

Mahasiswa Ushuluddin UIN Ar-Raniry ‘Jelajahi’ Ule Lheu untuk Korban Banjir

Next Post
Mahasiswa Ushuluddin UIN Ar-Raniry ‘Jelajahi’ Ule Lheu untuk Korban Banjir

Mahasiswa Ushuluddin UIN Ar-Raniry 'Jelajahi' Ule Lheu untuk Korban Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Objek Wisata di Banda Aceh Dipadati Pengunjung Libur Lebaran

Objek Wisata di Banda Aceh Dipadati Pengunjung Libur Lebaran

25/03/2026
Idul Fitri, Pemkab Aceh Tamiang Satukan Visi dengan NGO dan Relawan

Idul Fitri, Pemkab Aceh Tamiang Satukan Visi dengan NGO dan Relawan

25/03/2026
Arus Balik di Lintas Barat-Selatan Aceh Alami Peningkatan

Arus Balik di Lintas Barat-Selatan Aceh Alami Peningkatan

25/03/2026
Komnas HAM Aceh Dorong Ruang Aman bagi Pembela HAM

Komnas HAM Aceh Dorong Ruang Aman bagi Pembela HAM

25/03/2026
Angkutan Kargo Selama Mudik Lebaran di Bandara SIM Aceh Menurun

Angkutan Kargo Selama Mudik Lebaran di Bandara SIM Aceh Menurun

25/03/2026

Terpopuler

Kursi Abang Samalanga di DPR Aceh Mulai ‘Digoyang’ Para Anggota

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

24/03/2026

Pemprov Sulsel Kirim 100 Tenaga Medis dan Logistik ke Aceh Tamiang

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Rusia Pantau Situasi Terbaru Iran, Sebut Ada Pernyataan Kontradiktif

Prabowo Klaim Pemulihan Aceh Hampir 100 Persen, NU Aceh Tamiang: 70 Persen Warga Masih Mengungsi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com