MEUREUDU – Sebelum bencana melanda, Pidie Jaya 30 persen stunting. Maka besar kemungkinan paska bencana alam meluluhlantakan bumi japakeh masyarakat miskin dan stunting akan bertambah di Aceh khususnya wilayah yang terdampak bencana.
Hal itu dikatakan Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, (BP Taskin) Zaidirina, saat berkunjung ke Pidie Jaya, Rabu 17 Desember 2025.
BP Taskin merupakan lembaga nonstruktural di Indonesia yang bertugas mengoordinasikan dan mempercepat program pengentasan kemiskinan siap membantu Kabupaten Pidie Jaya paska musibah Banjir dan longsor
“Tidak perlu menunggu 30 tahun untuk memulihkan paska bencana cukup dua atau tiga tahun kedepan, kami siap berkolaborasi dengan seluruh lembaga kementrian dan lembaga lainya untuk membangun Pidie Jaya di berbagai sektor paska bencana,” katanya.
“Kita berusaha meminimalisir dampak dari bencana ini, maka pasca bencana ini harus kita urusin nih semua. Nah BP Taskin perannya nanti kita akan mengorkestrasi, kementerian-kementerian lembaga terkait, sesuai dengan kebutuhannya contoh seperti air bersih kemudian soal bendungan yang yang jebol, irigasi dan sebagainya termasuk seragam sekolah itu nanti akan kita carikan, apalagi ada yayasan Presiden Prabowo yayasan gerakan solidaritas nasional yang akan memberikan seragam sekolah dari SD sampai SMA lengkap,” ucap Zaidirina.
Pihaknya sangat berharap untuk Pidie Jaya ini bisa terpenuhi semua anak-anak sekolahnya untuk bisa mendapatkan seragam sekolah.
“Seperti kerusakan infrastruktur, irigasi itu ada programnya di kementerian pertanian, kemudian revitalisasi tambak ada di kementerian KKP itu nanti kita akan coba koordinasikan supaya diprioritaskan utamanya jatuh program itu dikabupaten Pidie Jaya,” kata Zaidirina.[Mul]










