Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Soal Warga Kibarkan Bendera Putih, Mualem: Bukan Menyerah

redaksi by redaksi
18/12/2025
in Lintas Timur
0
Soal Warga Kibarkan Bendera Putih, Mualem: Bukan Menyerah

Korban banjir bandang dan tanah longsor memasang bendera putih di depan rumah mereka yang rusak pascabencana hidrometeorologi di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, 17 Desember 2025. Antara/Syifa Yulinnas

LHOKSEUMAWE – Gubernur Aceh Muzakir Manaf membicarakan fenomena pengibaran bendera putih di sejumlah daerah terdampak banjir dan tanah longsor di wilayahnya. Menurut Mualem, sapaan Muzakir, simbol bendera putih adalah ekspresi solidaritas ingin dibantu dari masyarakat Aceh.

“Kalau bendera putih, kalau kita artikan semua masuk, menurut kaca mata saya ya, sebagai solidaritas, rasa simpati, dan rasa ingin dibantu,” kata Mualem di Aceh Utara seperti dikutip Antara pada Kamis, 18 Desember 2025.

Mualem berujar aksi pengibaran bendera putih adalah upaya masyarakat untuk mendapat perhatian publik, baik dari dalam maupun luar negeri. “Bendera putih itu dapat seperti ada untuk perhatian orang lain, baik dalam negeri maupun luar negeri, saya pikir tidak lebih daripada itu. Bukan menyerah,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, pemerintah provinsi hingga pusat terus berupaya menyalurkan bantuan. Namun, kata dia, pemberian bantuan untuk warga terdampak bencana tidak selalu mudah.

Mualem berujar pemerintah perlu membangun ulang berbagai infrastruktur yang hancur akibat banjir untuk mempermudah penyaluran bantuan. “Tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ujarnya.

Mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka ini berharap masyarakat di daerahnya bisa bersabar menghadapi bencana. “Ini bukan kejadian di tangan manusia, ini di tangan Allah, jadi mau tak mau, setiap musibah pasti ada hikmahnya, kita tawakal saja, tidak ada yang perlu kita pertikaikan,” kata Mualem.

Bencana hidrometeorologis terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah lebih dari seribu orang meninggal akibat banjir dan longsor yang terjadi.

Masyarakat di Aceh mengibarkan bendera putih di sepanjang jalan lintas Sumatera tiga pekan pascabencana yang melanda Sumatera. Bendera itu dipasang di kayu yang ditancapkan di jalan penghubung Kabupaten Aceh Tamiang dengan Kota Langsa.

Bagi masyarakat Aceh, bendera putih itu adalah simbol bahwa mereka telah menyerah untuk menghadapi penanganan banjir Sumatera. “Bendera putih adalah pertunjukan banyak hal, sekaligus rasa marah, frustasi, harapan dan tuntutan untuk diperhatikan selayaknya warga negara,” kata Muhammad Alkaf, warga asal Kota Langsa, Aceh, saat dihubungi pada Selasa, 16 Desember 2025.

Nauval Pally Taran, relawan berusia 33 tahun yang membantu penanganan bencana di Aceh, juga memandang bendera putih sebagai tanda menyerah dari masyarakat setempat. Menurut dia, masyarakat yang tinggal di daerah yang paling terdampak seperti Aceh Tamiang dan Aceh Utara sangat kewalahan menghadapi bencana.

“Sebagai relawan yang turun langsung ke lapangan, kami benar-benar merasakan ketidakberdayaan masyarakat untuk menghadapi dan bisa keluar dari kondisi sulit bencana ini,” kata Nauval.

Sumber: tempo.co

Previous Post

Penanggulangan Bencana Aceh Ditetapkan dalam Enam Kluster

Next Post

[Opini] Merindu Aburazak di Tengah ‘Blunder’ Mualem

Next Post
Mualem Resmi Buka Musrenbang RPJM Aceh 2025–2029

[Opini] Merindu Aburazak di Tengah ‘Blunder’ Mualem

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Pemulihan Aceh Pasca Banjir Dinilai Belum Maksimal

29/03/2026
GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

GAPELMABDYA Minta Pihak Terkait Harus Serius Tindaklanjuti Kasus Lakalantas Dump Truk LKT

29/03/2026
Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

Ohku, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Aceh Selatan Ternyata ODGJ

29/03/2026
Sat Samapta Polres Aceh Barat Antisipasi Kriminalitas di Sejumlah Titik Strategis

Sat Samapta Polres Aceh Barat Antisipasi Kriminalitas di Sejumlah Titik Strategis

29/03/2026
Kapolresta Banda Aceh Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama

Kapolresta Banda Aceh Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama

29/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

Teungku Muhammad Nur: Aktivis Dayah Jadi Direktur di PT PEMA

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com