Aceh Selatan — Anggota DPR RI asal Aceh, Muslim Ayub, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan utama dalam kebijakan penanggulangan bencana banjir di Indonesia. Menurutnya, bencana banjir yang terus berulang di berbagai daerah menunjukkan pentingnya pendekatan kemanusiaan, keadilan, dan kebersamaan dalam setiap kebijakan penanganan bencana.
“Penanggulangan banjir tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus berangkat dari nilai Pancasila, terutama kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial,” ujar Muslim Ayub, Senin (8/12/2025) di Ruang Serbaguna, Trumon, Aceh Selatan.
Ia menjelaskan, Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab harus tercermin dalam penyaluran bantuan yang tepat sasaran tanpa diskriminasi. Sementara itu, Sila Persatuan Indonesia menjadi kekuatan utama dalam mendorong gotong royong antara pemerintah, relawan, dan masyarakat terdampak.
Muslim Ayub juga menekankan pentingnya musyawarah sebagaimana nilai Sila Kerakyatan, khususnya dalam perencanaan mitigasi banjir dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, prinsip Keadilan Sosial harus diwujudkan melalui pemerataan bantuan dan perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Jika nilai Pancasila dijalankan secara konsisten, maka penanggulangan banjir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu membangun ketahanan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan banjir demi keselamatan bersama.[]










