Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Mendagri: Pemerintahan Aceh Tamiang Belum Berjalan

redaksi by redaksi
14/01/2026
in Lintas Timur
0
Mendagri: Pemerintahan Aceh Tamiang Belum Berjalan

Warga melintas di depan pusat pasar tradisional kecamatan Bandar Pusaka yang rusak parah akibat banjir bandang di Desa Babo, Aceh Tamiang, Aceh, 11 Januari 2026. Antara/Irwansyah Putra

BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa hingga kini masih ada satu daerah yang pemerintahannya belum berjalan normal setelah terdampak bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November lalu. Wilayah itu adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

“Saat ini kondisi pemerintahan satu-satunya yang belum berjalan itu adalah Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Tito di Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Tito menjelaskan, pemerintah setempat masih terhambat untuk melayani publik karena kantor Bupati Aceh Tamiang masih tertutup lumpur hampir setinggi tiga meter. Sementara, para pejabat pemerintah daerah itu hanya bisa menggunakan ruangan sekretaris yang berada di lantai dua kantor bupati.

Selain itu, Tito mengatakan kompleks dinas dan area perkantoran masih dipenuhi sendimen air bah. Akibatnya, kantor pemerintahan di Aceh Tamiang belum dapat beroperasional. “Tidak ada yang masuk kantor, pemerintahan enggak jalan,” tutur mantan Kepala Kepolisian RI itu.

Menurut Tito, pemerintah telah berupaya untuk membersihkan endapan lumpur di kantor dinas tersebut dengan mengerahkan tenaga Tentara Nasional Indonesia, Polri, hingga praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dia menilai kerja mereka telah membawa hasil yang signifikan dalam waktu dua pekan.

Kementerian Dalam Negeri mencatat ada 52 kabupaten dan kota yang terimbas dari bencana di Sumatera Utara, Sumatara Barat dan Aceh. Perseberannya yaitu 18 daerah di Aceh, 18 daerah di Sumatera Utara dan 16 wilayah di Sumatera Barat.

Kini pemerintah memfokuskan pemulihan di sejumlah daerah saja yang dinilai dampak kerusakannya paling parah dan perlu bantuan lebih. Tito menyebutkan, untuk Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kemudian di Aceh yang menjadi fokus pemerintah adalah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, Takengon dan Bener Meriah. “Tujuh, tanpa menafikkan yang lain,” ujar Tito.

Serta daerah yang difokuskan pemerintah di Sumatera Barat ada empat, yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar, Pariaman, dan Pesisir Selatan.

Memasuki 50 hari semenjak bencana terjadi, kata Tito, pemerintah telah berupaya mengatasi dampak terjangan banjir dan tanah longsor. Kendati begitu, ia mengaku bahwa tenaga dari TNI-Polri masih belum cukup untuk mempercepat rekonstruksi di lapangan. Sehingga pelajar dan mahasiswa sekolah kedinasan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga Sekolah Tinggi Ilmu Statistik juga dikerahkan.

Menurut Tito, rencananya Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabenacana Sumatera akan menggelar rapat koordinasi di kantor Kementerian Dalam Negeri pada esok hari, Kamis, 15 Januari 2025. Kemudian agenda itu akan diikuti dengan konferensi pers. “Pers rilis tentang update situasi dan apa yang akan dikerjakan,” kata dia.

Sumber: Tempo

Previous Post

Fungsi Satgas MBG Abdya Dipertanyakan, Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Pengawasan

Next Post

Al-Farlaky Bersama Kapolda Aceh Sambut Kunjungan Kepala Staf Presiden

Next Post
Al-Farlaky Bersama Kapolda Aceh Sambut Kunjungan Kepala Staf Presiden

Al-Farlaky Bersama Kapolda Aceh Sambut Kunjungan Kepala Staf Presiden

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pagi Ini Jamaah Haji Abdya Tiba ke Kampung Halaman, Wabub Abdya: Alhamdulillah Semua Jamaah Sehat dan Selamat

Pagi Ini Jamaah Haji Abdya Tiba ke Kampung Halaman, Wabub Abdya: Alhamdulillah Semua Jamaah Sehat dan Selamat

28/06/2026
Musyawarah Besar FORSAMI Ke-II Tetapkan Muliadi sebagai Ketua Baru Periode Berikutnya

Musyawarah Besar FORSAMI Ke-II Tetapkan Muliadi sebagai Ketua Baru Periode Berikutnya

28/06/2026
Semifinal II Kapolres Cup Pidie Jaya 2026: Adu Kualitas Bandar Baru FC dan Meurah Dua FC Perebutkan Tiket Final

Semifinal II Kapolres Cup Pidie Jaya 2026: Adu Kualitas Bandar Baru FC dan Meurah Dua FC Perebutkan Tiket Final

28/06/2026
Sudah Sepekan, Puncak Glee Judah Leupung Hilang Jaringan Internet

Sudah Sepekan, Puncak Glee Judah Leupung Hilang Jaringan Internet

28/06/2026
Drone Iran Serang Bahrain, AS-Teheran Saling Tuduh Langgar Perdamaian

Drone Iran Serang Bahrain, AS-Teheran Saling Tuduh Langgar Perdamaian

28/06/2026

Terpopuler

Mendagri: Pemerintahan Aceh Tamiang Belum Berjalan

Mendagri: Pemerintahan Aceh Tamiang Belum Berjalan

14/01/2026

Bupati Abdya Isi Materi di Pengajian Rutin Pemuda Pancasila

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

Tokoh Gayo Serta Lia Minta Menteri PU Segera Ganti Plt Kepala BPJN Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com