Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Ribuan Korban Banjir Aceh Masih Bertahan di Pengungsian Jelang Ramadhan

redaksi by redaksi
27/01/2026
in Lintas Timur
0
Ribuan Korban Banjir Aceh Masih Bertahan di Pengungsian Jelang Ramadhan

Banda Aceh — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, ribuan warga di berbagai wilayah Provinsi Aceh masih berjuang memulihkan kehidupan setelah banjir besar yang melanda sejak akhir 2025.

Di tengah persiapan menyambut bulan ibadah, banyak keluarga justru masih hidup dalam kondisi serba terbatas tanpa hunian yang layak, dengan pasokan logistik yang belum sepenuhnya stabil, serta masa depan ekonomi yang masih belum jelas.

Banjir yang melanda sejumlah kabupaten dan kota telah merusak ribuan rumah, fasilitas umum, lahan pertanian, dan sumber mata pencaharian warga. Hingga akhir Januari 2026, tidak sedikit keluarga yang belum dapat kembali ke rumah mereka karena bangunan mengalami kerusakan berat atau lingkungan sekitar yang belum sepenuhnya aman. Sebagian warga masih bertahan di tenda darurat, posko pengungsian, meunasah, atau menumpang di rumah kerabat.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pengungsi tidak lagi tinggal di tenda paling lambat 18 Februari 2026, menjelang Ramadhan. Namun hingga saat ini, progres pembangunan hunian sementara (huntara) baru mencapai sekitar 30 persen, sehingga masih banyak keluarga yang terpaksa bertahan dalam kondisi darurat tanpa kepastian kapan dapat kembali hidup normal.

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh, BNPB, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan berbagai organisasi kemanusiaan terus melakukan langkah langkah penanganan, mulai dari penyaluran bantuan pangan, air bersih, layanan kesehatan, hingga percepatan pembangunan hunian sementara (huntara). Kehadiran aparat, relawan, dan lembaga sosial di berbagai titik terdampak menjadi bukti bahwa ada kerja keras dan kepedulian lintas sektor untuk membantu masyarakat bangkit dari bencana.

Namun di sisi lain, kebutuhan di lapangan masih jauh lebih besar dibandingkan dengan sumber daya yang tersedia. Jumlah hunian sementara belum mampu menampung seluruh keluarga terdampak, sementara sebagian warga masih menggantungkan hidup pada bantuan darurat. Menjelang Ramadhan, tekanan ekonomi semakin terasa, terutama bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, usaha kecil, sawah, dan kebun. Banyak keluarga kini berada dalam situasi sulit, berusaha bertahan hidup hari ini, sambil memikirkan bagaimana melanjutkan hidup esok hari.

Situasi ini terasa semakin berat karena bertepatan dengan tradisi Meugang, sebuah momen khas masyarakat Aceh menjelang Ramadhan yang biasanya dirayakan dengan kebersamaan dan hidangan daging sebagai simbol syukur dan kebahagiaan. Tahun ini, bagi banyak korban banjir, meugang berpotensi berlangsung dalam suasana yang lebih sederhana, bahkan sunyi, karena fokus utama pada kebutuhan paling dasar seperti makanan harian, kesehatan anak, dan tempat tinggal yang aman.

M. Ikram al Ghifari, Sekretaris Kabinet DEMA Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry, menyampaikan apresiasi sekaligus pengingat kepada semua pihak agar pemulihan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, BNPB, BPBD, TNI-Polri, para relawan, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bergerak membantu korban banjir. Namun menjelang Ramadhan, negara harus memastikan bahwa tidak ada rakyat yang menjalankan ibadah dalam kondisi lapar, tanpa hunian yang layak, dan tanpa kepastian masa depan. Kehadiran negara harus benar benar dirasakan, bukan hanya dalam bentuk bantuan sementara, tetapi juga dalam jaminan pemulihan yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa bencana ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat keberpihakan kepada masyarakat kecil, tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga melalui pembangunan hunian permanen, pemulihan ekonomi rakyat, serta perbaikan sistem mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak terus terulang.

Bagi masyarakat Aceh, Ramadhan tahun ini bukan hanya tentang ibadah dan spiritualitas, tetapi juga tentang harapan akan keadilan, kehadiran negara, dan masa depan yang lebih layak setelah bencana. Di satu sisi, ada upaya dan kepedulian yang patut diapresiasi dari berbagai pihak. Di sisi lain, masih ada ribuan keluarga yang menunggu kepastian tentang rumah, pekerjaan, dan keberlangsungan hidup mereka.

Previous Post

Kebakaran Lahan Meluas, Bupati Aceh Barat Instruksikan Shalat Istisqa Serentak

Next Post

Bupati Al Farlaky Resmikan 35 Huntara Arakundo

Next Post
Bupati Al Farlaky Resmikan 35 Huntara Arakundo

Bupati Al Farlaky Resmikan 35 Huntara Arakundo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

12/06/2026
40 Calon Mahasiswa Al-Azhar Ikuti Ujian Kenaikan Level Bahasa Arab di Al Zahrah Bireuen

40 Calon Mahasiswa Al-Azhar Ikuti Ujian Kenaikan Level Bahasa Arab di Al Zahrah Bireuen

12/06/2026
Disperindag Aceh Target Miliki Lembaga Sertifikasi Produk SNI

Disperindag Aceh Target Miliki Lembaga Sertifikasi Produk SNI

12/06/2026
Menag Dukung Pengembangan Pendidikan Keagamaan di Aceh

Menag Dukung Pengembangan Pendidikan Keagamaan di Aceh

12/06/2026
Aceh Jaya Jadi Daerah Tercepat Salurkan Dana Desa 2026

Aceh Jaya Jadi Daerah Tercepat Salurkan Dana Desa 2026

12/06/2026

Terpopuler

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

11/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Ribuan Korban Banjir Aceh Masih Bertahan di Pengungsian Jelang Ramadhan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com