Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Ekonom UI Ungkap Penyebab Aceh hingga Sumatra Barat Alami Deflasi Usai Bencana

redaksi by redaksi
05/02/2026
in Nasional
0
Ekonom UI Ungkap Penyebab Aceh hingga Sumatra Barat Alami Deflasi Usai Bencana

Jakarta – Deflasi yang terjadi di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor—Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—merupakan dampak dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi.

Ia menjelaskan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ketiga provinsi tersebut mengalami deflasi bulanan pada Januari 2026. Aceh tercatat mengalami deflasi sebesar 0,15 persen, Sumatra Barat 0,75 persen, dan Sumatra Utara 1,15 persen.

Menurut Fithra, kunci utama dari meredanya tekanan harga di wilayah terdampak bencana tersebut terletak pada pulihnya jalur distribusi logistik. Pemerintah dinilai berhasil memperbaiki infrastruktur vital yang sebelumnya rusak akibat bencana.

“Inflasi itu bisa diturunkan salah satunya lewat jalur logistik. Kalau logistiknya lancar, berarti lalu lintas barang lebih tinggi. Itu bisa menjelaskan kenapa mereka inflasinya bisa rendah sekali, atau bahkan deflasi,” ujar Fithra, Rabu (4/2/2026).

Ia menekankan bahwa kelancaran distribusi barang sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga, terutama di daerah yang sempat mengalami gangguan pasokan.

Fithra menjelaskan, bencana banjir dan longsor yang melanda ketiga provinsi tersebut sebelumnya menyebabkan kerusakan pada infrastruktur penghubung krusial, seperti jalan dan jembatan. Kondisi ini membuat distribusi barang kebutuhan pokok tersendat dan memicu lonjakan harga.

Situasi tersebut tercermin dalam data BPS yang mencatat inflasi cukup tinggi pada Desember 2025, sekitar satu bulan setelah bencana terjadi. Pada periode itu, Aceh mencatat inflasi 3,6 persen, Sumatra Utara 1,66 persen, dan Sumatra Barat 1,48 persen.

Namun, pemerintah kemudian bergerak cepat dengan mempercepat pemulihan infrastruktur. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari pembangunan jembatan darurat armco dan bailey hingga perbaikan ruas jalan nasional yang rusak.

Seiring membaiknya konektivitas antarwilayah, distribusi logistik kembali berjalan normal. Aliran barang yang lebih lancar ini secara bertahap meredam tekanan inflasi dan mendorong terjadinya deflasi di awal 2026.

“Dengan kata lain, pemerintah saat itu melakukan aktivitas pembenahan supply dan membantu masyarakat terdampak. Jadi, kalau misalnya ada pertanyaan ‘pemerintah ke mana saja?’ Nah, itu justru buktinya adalah inflasi yang turun,” imbuh Fithra.

Selain pemulihan infrastruktur, Fithra juga menilai penyaluran bantuan pemerintah turut berperan dalam menekan laju inflasi di wilayah terdampak bencana.

Menurut dia, bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok yang disalurkan kepada masyarakat membuat tekanan permintaan di pasar menjadi lebih rendah. Komoditas tersebut umumnya masuk dalam kategori volatile food yang sensitif terhadap gangguan pasokan.

“Bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok, yang masuk kategori volatile food, membuat masyarakat tidak perlu membeli di pasar. Ketika permintaan turun, harga pun relatif lebih terkendali,” jelasnya.

Ia menilai kombinasi antara pemulihan infrastruktur dan bantuan sosial menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di daerah terdampak bencana. Dengan distribusi yang kembali lancar dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, tekanan inflasi dapat diredam secara lebih cepat.

Fithra menambahkan, kondisi ini menunjukkan bahwa respons kebijakan yang cepat dan terkoordinasi mampu meminimalkan dampak ekonomi akibat bencana alam, khususnya terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas harga di daerah.

Sumber: liputan6.com

Previous Post

Mahasiswa Keperawatan UGM Ikut Bantu Pelayanan Kesehatan Pengungsi Bencana Banjir Aceh Utara

Next Post

USK Integrasikan Pendekatan One Health untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Aceh

Next Post
USK Integrasikan Pendekatan One Health untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Aceh

USK Integrasikan Pendekatan One Health untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KKN Reguler XXIX Kelompok 38 USK 2026 Aksi Bersih dan Cat Makam Keramat Teungku Haji Panglima Nyan Doeng

KKN Reguler XXIX Kelompok 38 USK 2026 Aksi Bersih dan Cat Makam Keramat Teungku Haji Panglima Nyan Doeng

05/08/2026
Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

05/08/2026
Dugaan Permainan Monopoli, Harga Naik Stok Semen di Abdya Kosong

Dugaan Permainan Monopoli, Harga Naik Stok Semen di Abdya Kosong

05/08/2026
Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Universiti Malaya Sukses Laksanakan International Service Learning Program di Pidie Jaya

Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Universiti Malaya Sukses Laksanakan International Service Learning Program di Pidie Jaya

05/08/2026
Serang Iran dari Dalam, Kenapa Kurdi Menentang Kekuasaan Ayatollah?

Serang Iran dari Dalam, Kenapa Kurdi Menentang Kekuasaan Ayatollah?

05/08/2026

Terpopuler

Ekonom UI Ungkap Penyebab Aceh hingga Sumatra Barat Alami Deflasi Usai Bencana

Ekonom UI Ungkap Penyebab Aceh hingga Sumatra Barat Alami Deflasi Usai Bencana

05/02/2026

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com