Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Korban Banjir Bandang di Nagan Raya Dipersilahkan Bangun Hunian Mandiri

redaksi by redaksi
10/02/2026
in Lintas Barat Selatan
0
Korban Banjir Bandang di Nagan Raya Dipersilahkan Bangun Hunian Mandiri

Pelaksana Tugas (Plt) Sekdakab Nagan Raya, Aceh, Zulkifli. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Nagan – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempersilahkan masyarakat korban bencana banjir bandang di Beutong Ateuh Banggalang, apabila ingin membangun hunian sementara mandiri sebagai upaya mempercepat pemindahan masyarakat dari lokasi pengungsian ke hunian sementara.

“Informasi yang kami peroleh dari BNPB, masyarakat yang membangun huntara mandiri ini nantinya akan dibayar oleh BNPB maksimal Rp20 juta per unit huntara,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Zulkifli kepada ANTARA di Suka Makmue, Senin.

Ia menyebutkan, pembangunan huntara mandiri oleh masyarakat, dalam rangka mempercepat pembangunan huntara bagi masyarakat korban bencana alam banjir bandang yang kehilangan rumah di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat.

Mengingat selama ini pembangunan huntara yang sedang dikerjakan oleh BNPB, terkendala dalam pengiriman material bangunan ke Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, karena material tersebut harus diangkut dengan jarak jauh ke dataran tinggi Beutong Ateuh, dengan jarak tempuh mencapai di atas 40 kilometer dari ibu kota Kabupaten Nagan Raya atau dari kecamatan sekitar yang berada di dataran rendah.

Selain itu, sebagian besar material bangunan juga harus di pesan di Kota Medan, Sumatera Utara dan harus dikirim ke Kabupaten Nagan Raya, Aceh dengan memakan waktu pengiriman yang memakan waktu berhari-hari.

Zulkifli mengatakan pembayaran atas pembangunan huntara mandiri tersebut, akan dilakukan setelah selesai dilakukan kajian, penghitungan dan penilaian oleh tim teknis yang telah di bentuk oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

“Jadi, huntara mandiri yang dibayar setelah selesai penilaian dari tim teknis yang sudah kita bentuk,” kata Zulkifli menambahkan.

Ia menyebutkan, saat ini progres pembangunan hunian sementara bagi 1.500 jiwa masyarakat korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh sudah mencapai 40 persen.

Ada pun jumlah huntara yang saat ini masih dalam tahap pembangunan mencapai 687 unit, tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kata Plt Sekdakab Nagan Raya, Zulkifli.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menyatakan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025 lalu sebesar Rp1,1 triliun lebih.

Ada pun rincian kerusakan akibat bencana alam di Nagan Raya yaitu terdiri atas kerusakan permukiman sebesar Rp131 miliar lebih, kerusakan di sektor infrastruktur Rp572,7 miliar lebih, kerusakan dampak ekonomi Rp278,8 miliar lebih.

Kemudian di sektor sosial sebesar Rp75,9 miliar lebih, serta kerusakan lintas sektor sebesar Rp39,6 miliar lebih.

Sumber: antara

Previous Post

Krak, Desa Terdampak Bencana Aceh Dapat Rp50 Juta untuk Meugang

Next Post

Apel Disiplin ASN dan Aset Bergerak, Kadishub; Agar Teratur dan Tertip

Next Post
Apel Disiplin ASN dan Aset Bergerak, Kadishub; Agar Teratur dan Tertip

Apel Disiplin ASN dan Aset Bergerak, Kadishub; Agar Teratur dan Tertip

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mantan Kepala SMAN Taman Fajar Nakhodai SMKN 1 Idi

Mantan Kepala SMAN Taman Fajar Nakhodai SMKN 1 Idi

25/07/2026
TA Khalid Apresiasi Langkah Cepat KKP, Refocusing Anggaran Selamatkan Tambak Pidie Jaya

TA Khalid Apresiasi Langkah Cepat KKP, Refocusing Anggaran Selamatkan Tambak Pidie Jaya

25/07/2026
67 Siswa Baru SMAN 1 Madat Dapat Pakaian Sekolah Gratis

67 Siswa Baru SMAN 1 Madat Dapat Pakaian Sekolah Gratis

25/07/2026
Mahasiswa KKN USK Gelar Nobar Film Edukatif untuk Tanamkan Karakter Anak di Cut Langien

Mahasiswa KKN USK Gelar Nobar Film Edukatif untuk Tanamkan Karakter Anak di Cut Langien

25/07/2026
APRI: Jangan Samakan Penambang Rakyat dengan PETI

APRI: Jangan Samakan Penambang Rakyat dengan PETI

25/07/2026

Terpopuler

Korban Banjir Bandang di Nagan Raya Dipersilahkan Bangun Hunian Mandiri

Korban Banjir Bandang di Nagan Raya Dipersilahkan Bangun Hunian Mandiri

10/02/2026

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com