LHOKSEUMAWE-Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menegaskan komitmennya menghadirkan pengabdian yang berdampak melalui dua program utama dalam Program Pengabdian Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek 2026 di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yakni penyediaan air bersih melalui pipanisasi dan perbaikan ekosistem pendidikan.
Program pipanisasi menjadi prioritas utama sebagai respons atas kebutuhan dasar masyarakat pascabanjir. Mahasiswa bersama masyarakat setempat melakukan pemasangan jaringan pipa untuk mengalirkan air bersih ke titik-titik pemukiman dan fasilitas umum yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air layak.

Kehadiran sistem pipanisasi ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain itu, mahasiswa juga fokus pada perbaikan ekosistem pendidikan di SD Negeri 14 Langkahan. Intervensi dilakukan melalui penguatan literasi dan numerasi, pendampingan belajar selama 20 hari, serta distribusi 100 paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, dan alat tulis.
Pendekatan ini dirancang untuk memulihkan semangat belajar siswa sekaligus memastikan proses pembelajaran kembali berjalan optimal setelah terdampak bencana.
Koordinator program, Maimun, S.Pd., M.A., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FISIP USK, menekankan bahwa pengabdian mahasiswa harus menyentuh dua dimensi sekaligus: kebutuhan dasar masyarakat dan penguatan sumber daya manusia. “Air bersih adalah fondasi kehidupan, sementara pendidikan adalah fondasi masa depan. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Perwakilan mahasiswa, Nabiel Azzam dari Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP USK, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. “Kami belajar langsung bersama masyarakat, sekaligus memastikan kehadiran kami memberikan solusi nyata,” katanya.
Pihak sekolah dan masyarakat menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Sinergi antara mahasiswa dan warga dinilai mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak serta memperkuat solidaritas sosial.
Melalui dua program strategis ini-pipanisasi air bersih dan perbaikan ekosistem pendidikan-mahasiswa FISIP USK menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak hanya bersifat simbolik, tetapi hadir sebagai solusi konkret dan berkelanjutan bagi masyarakat.












