Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Film Dokumenter “NOEH” RSJ Aceh Soroti Praktik Pasung

Joe Samalanga by Joe Samalanga
14/02/2026
in Nanggroe
0
Film Dokumenter  “NOEH” RSJ Aceh Soroti Praktik Pasung

BANDA ACEH – Praktik pasung terhadap orang dengan gangguan jiwa kembali menjadi sorotan melalui peluncuran film dokumenter Noeh yang diproduksi Rumah Sakit Jiwa Aceh. Film ini diharapkan menjadi media edukasi publik untuk menghentikan stigma dan praktik tidak manusiawi terhadap pasien gangguan jiwa.

Peluncuran film digelar di halaman Rumah Sakit Jiwa Aceh, Jumat malam (14/2/2026), dan tetap berlangsung meski hujan sempat mengguyur lokasi acara. Antusiasme para tamu undangan dan masyarakat tidak surut untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga penayangan perdana.

Dalam sambutannya, Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, dr. Hanif, menegaskan bahwa praktik pasung, baik secara fisik maupun pengasingan sosial, merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menyampaikan bahwa film “Noeh” diproduksi sebagai bagian dari kampanye sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan kesehatan jiwa secara manusiawi.

Penayangan film dilakukan secara langsung dan juga melalui siaran daring sehingga dapat disaksikan masyarakat luas. Dalam acara tersebut, sejumlah pemeran utama turut diperkenalkan kepada publik, di antaranya Jamal Sharif yang memerankan Isha, Ismatul Rahmi sebagai Hasanah, dan Munawar sebagai Julfan.

Peran provokator masyarakat diperankan R. Aulia Fislar dan Bahri Buroki, sementara tokoh edukatif “Panglima Temenang” diperankan Zikra Hayanti.

Film ini mengangkat kisah tentang stigma, tekanan sosial, serta realitas yang dihadapi keluarga dan pasien gangguan jiwa.

Beberapa adegan menggambarkan secara kuat dampak praktik pasung, sekaligus menyampaikan pesan bahwa gangguan jiwa bukan kutukan dan bukan aib yang harus disembunyikan.

Secara resmi, peluncuran film dilakukan oleh Asisten I Sekda Aceh yang hadir mewakili Pemerintah Aceh, kemudian dilanjutkan dengan penayangan perdana yang disaksikan para undangan.
Pihak Rumah Sakit Jiwa Aceh berharap film “Noeh” dapat diputar lebih luas di berbagai forum masyarakat sebagai sarana edukasi. Film ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat, menghapus stigma, serta memperkuat kepedulian terhadap kesehatan jiwa agar praktik pasung dapat dihentikan secara menyeluruh.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, dr. Hanif, menegaskan bahwa film dokumenter Noh dibuat sebagai bagian dari upaya edukasi masyarakat untuk mengakhiri praktik pasung terhadap orang dengan gangguan jiwa.

Dalam sambutannya pada peluncuran film, dr. Hanif menyampaikan bahwa pasung merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Menurutnya, masih adanya praktik tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa serta akses terhadap layanan pengobatan yang tepat.

Ia juga berharap film ini dapat menjadi sarana kampanye sosial yang efektif untuk menghapus stigma terhadap pasien gangguan jiwa.

“Melalui film ini, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa orang dengan gangguan jiwa adalah pasien yang membutuhkan perawatan dan dukungan, bukan pengucilan,” ujarnya.

Dr. Hanif menambahkan, pihak rumah sakit terus mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar upaya penghapusan pasung dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Film “Noeh” diharapkan menjadi pemantik kesadaran bersama bahwa penanganan kesehatan jiwa harus dilakukan secara manusiawi dan bermartabat.

Turut hadir secara virtual perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sementara secara langsung hadir perwakilan Gubernur Aceh, Asisten I Sekda Aceh, Syakir, para kepala dinas, kepala biro, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.[]

Previous Post

Santri Kelas Akhir Pesantren Al Zahrah Wisata Edukasi Ke Banda Aceh

Next Post

MAN 3 Aceh Besar Sukses Gelar MANTAB FAIR XVIII, MTs Oemar Dyan Keluar Sebagai Juara Umum

Next Post
MAN 3 Aceh Besar Sukses Gelar MANTAB FAIR XVIII, MTs Oemar Dyan Keluar Sebagai Juara Umum

MAN 3 Aceh Besar Sukses Gelar MANTAB FAIR XVIII, MTs Oemar Dyan Keluar Sebagai Juara Umum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

YARA Desak Usut Pidana Penyelenggara Jalan di Aceh Timur, Usai Lubang Rengut Nyawa di Bagok

YARA Desak Usut Pidana Penyelenggara Jalan di Aceh Timur, Usai Lubang Rengut Nyawa di Bagok

26/03/2026
Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

26/03/2026
Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

26/03/2026
Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

26/03/2026
Kapolres Pidie Minta Pengunjung Objek Wisata Jaga Keselamatan

Dinas Kesehatan Pantau Lokasi Wisata Pantai di Aceh Besar

26/03/2026

Terpopuler

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

JK ke Iran–Gaza di Tengah Ancaman Perang, PMI Banda Aceh: Ini Pertaruhan Kemanusiaan

25/03/2026

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

Film Dokumenter “NOEH” RSJ Aceh Soroti Praktik Pasung

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com