Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Khazanah

Suluk Jadi Trauma Healing Korban Banjir Pidie Jaya Saat Ramadan

redaksi by redaksi
21/02/2026
in Khazanah
0
Suluk Jadi Trauma Healing Korban Banjir Pidie Jaya Saat Ramadan

Suluk di Dayah Darul Aman. Foto: Metrotvnes.com/Fajri Fatmawati

DARUSSALAM- Bencana banjir bandang yang sempat menerjang rumahnya masih membekas dalam ingatan Khadijah, 61, warga Kecamatan Tringgadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Setiap teringat derasnya arus dan lumpur yang memenuhi rumah, jantungnya masih berdebar ketakutan.

Namun ramadan tahun ini, ia memilih menepi sejenak dari bayang-bayang trauma dengan menjalani suluk di Dayah Darul Aman, Desa Lampuuk Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, sebagai ikhtiar menenangkan hati dan memulihkan batin.

Di ruang sederhana dayah tersebut, Khadijah duduk bersila dengan kepala tertutup kain. Bibirnya melafalkan zikir, pelan namun teratur.

“Perasaannya enak. Senang. Lebih tenang. Pikirannya tenang, nggak kacau,” ujar Khadijah saat ditemui Metrotvnews.com, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia masih mengingat jelas peristiwa banjir yang melanda kampungnya. Rumahnya terendam air bercampur lumpur, memaksa keluarga bertahan di tengah genangan. “Takut. Lihat airnya takut. Jantung berdebar,” kenangnya. Meski kini rumah telah dibersihkan, rasa cemas datang tanpa diundang. Apalagi wilayah Pidie Jaya hingga saat ini kerap dilanda banjir susulan.

Suluk menjadi jalan yang ia pilih untuk meredakan kegelisahan itu. Dalam ritual tersebut, para jemaah mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia dan memperbanyak zikir serta ibadah. Khadijah mengaku, selama mengikuti suluk, pikirannya terasa kosong dari bayangan buruk.

“Nggak ingat apa-apa. Nggak terbayang kampung. Kami di sana nggak tenang. Kalau sudah pergi suluk ya tenang,” tuturnya.

Selain mencari ketenteraman jiwa, perempuan lanjut usia itu juga memohon kesehatan. Ia berharap doa-doa yang dipanjatkan bersama para guru membawa kebaikan bagi fisik dan batinnya. “Lebih nyaman. Mudah-mudahan dengan doa-doa dari guru di sini lebih sehat,” kata Khadijah penuh harap.

Bagi Khadijah, suluk bukan sekadar ritual ibadah. Ia menjadi tempat berlindung dari kecemasan, ruang sunyi untuk berdamai dengan kenangan banjir, sekaligus pijakan untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih tenang.

Wakil Ketua Yayasan Dayah Darul Aman, Tengku Saifullah, menjelaskan suluk merupakan jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui zikir yang dilakukan terus-menerus, terutama pada bulan Ramadan. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun di Aceh sebagai bagian dari pendalaman spiritual.

Menurut Saifullah, bagi masyarakat yang baru dilanda musibah, suluk juga dapat menjadi trauma healing atau sebagai ruang pemulihan batin.

“Tujuan zikir itu untuk menyucikan jiwa dan menenteramkan batin. Bagi mereka yang terdampak musibah, ini sangat cocok untuk memulihkan ketenangan,” ujar Saifullah.

Saifullah menjelaskan bahwa suluk merupakan tradisi turun-temurun yang dijalankan dengan berzikir secara terus-menerus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Para jemaah mengenakan penutup kepala sebagai simbol memutuskan diri dari godaan duniawi.

“Menutup kepala ini diibaratkan seperti berada di alam kubur, sehingga jemaah fokus mengingat Allah,” ucap Saifullah.

Sebelum mengikuti suluk, jemaah diwajibkan mandi taubat dan menjalani tarekat, khususnya Naqsyabandiyah, guna membersihkan jiwa dan raga. Di Dayah Darul Aman, lebih dari 60 jemaah dari berbagai daerah di Aceh mengikuti suluk dengan durasi 10 hari hingga sebulan penuh Ramadan, dan mayoritas pesertanya perempuan.

Selama suluk, jemaah memiliki pantangan ketat, seperti tidak mengonsumsi daging dan makanan berlemak. Selain salat malam dan membaca Al-Qur’an, mereka diwajibkan mengamalkan zikir ismu zat hingga 50 ribu sampai 100 ribu kali setiap malam.

Menurut Saifullah, suluk bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan spiritual untuk meraih ketenangan jiwa dan meningkatkan ketakwaan, sekaligus menjadi bukti masyarakat Aceh tetap menjaga tradisi dan kearifan lokal di tengah modernisasi.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Indah Nya Berbagi, FORJIAS Salurkan Infaq untuk Anak Yatim dan Warga Kurang Mampu di Tapaktuan

Next Post

Ditreskrimsus Tahan Pendeta Asal Aceh

Next Post
Ditreskrimsus Tahan Pendeta Asal Aceh

Ditreskrimsus Tahan Pendeta Asal Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 31

31/10/2026
Anggota DPRK Dapil V Aceh Selatan  Apresiasi TNI Bangun

Anggota DPRK Dapil V Aceh Selatan Apresiasi TNI Bangun

30/10/2026
Hoax! Area Arung Jeram Lukup Badak Takengon Banjir

Hoax! Area Arung Jeram Lukup Badak Takengon Banjir

30/10/2026
Bawaslu Kota Banda Aceh Hadirkan Layanan Khusus Kepemiluan di Pekan Nasional Pelayanan Publik FISIP UIN Ar-Raniry

Bawaslu Kota Banda Aceh Hadirkan Layanan Khusus Kepemiluan di Pekan Nasional Pelayanan Publik FISIP UIN Ar-Raniry

30/10/2026
Kenal Haji Uma hingga Azhari Cage? Bagaimana dengan Kantor DPD RI Aceh?

Kenal Haji Uma hingga Azhari Cage? Bagaimana dengan Kantor DPD RI Aceh?

30/10/2026

Terpopuler

Sat Reskrim Polres Abdya Amankan Penimbun 240 Liter Solar Subsidi di Babahrot

Sat Reskrim Polres Abdya Amankan Penimbun 240 Liter Solar Subsidi di Babahrot

30/10/2026

Ohku, Sengketa Tanah Wakaf Memanas, Warga Pasang Spanduk Larangan di MAN 1 Pidie Jaya

Sengketa Tanah Wakaf Masjid At-Taqwa Pidie Jaya: Sertifikat MAN 1 Digugat, Pembangunan Diminta Berhenti

Absen di Apel dan Sumpah Pemuda, Bos J Sentil Wabup Pidie Jaya: Jabatan Bukan Sekadar Simbol

26 Peserta Peukan Bada Masuk Final MTQ Ke-35 Kabupaten Aceh Besar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com