MEULABOH- Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan pembangunan 49 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat korban bencana alam banjir bandang di daerah ini, ditargetkan setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kita targetkan dalam tahun 2026 ini, seluruh huntap di Aceh Barat selesai,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Aceh Barat, Selasa.
Hal ini ia sampaikan seusai meresmikan penggunaan sebanyak enam unit hunian sementara bagi masyarakat korban bencana alam di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.
Tarmizi mengatakan, pemerintah telah merencanakan pembangunan 49 unit hunian tetap (Huntap) yang tersebar di beberapa titik seperti di Kecamatan Pante Ceureumen, Sungai Mas, dan Woyla.
Pembangunan hunian tetap ini, kata dia, merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan setelah lebaran.
Ia mengatakan pembangunan hunian tetap tersebut, sepenuhnya ditangani oleh pemerintah pusat, setelah sebelumnya pemerintah daerah melakukan verifikai faktual terhadap kerusakan rumah masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang di sejumlah kecamatan di daerah ini.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap, setelah pembangunan hunian tetap tersebut selesai, nantinya tidak ada lagi masyarakat yang menempati hunian sementara, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di daerah ini kembali normal dan benar-benar pulih, kata Tarmizi mengharapkan.










