Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan seluruh korban bencana banjir dan tanah longsor yang berada di wilayah Aceh mendapatkan fasilitas hunian sementara (huntara).
“Yang huntara yang sudah ada, itu diperkirakan oleh BNPB cukup untuk menampung (pengungsi) yang dari tenda ke Aceh Tamiang maupun ke Aceh Tengah, Aceh Timur,” kata Tito saat ditemui usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Kementerian Pertahanan, Selasa.
Tito menjelaskan, selama ini pemerintah telah bekerja membangun hunian layak untuk korban bencana di wilayah Aceh.
Pembangunan hunian tetap maupun hunian sementara itu dilakukan oleh ragam instansi atau kementerian, salah satunya BNPB.
Walau pembangunan huntara dinilai sudah cukup merata, Tito mengaku ada beberapa lokasi yang sebelumnya belum bisa dibangun huntara.
“Di Aceh Utara itu ada satu desa namanya Bukit Linteng di Kecamatan Langkahan, yang tadinya itu belum dibangunkan huntara, tapi Kementerian PU sudah bangunkan huntara. PU janji tanggal 19 (Maret) malam jam 23.00 sudah selesai,” kata Tito.
Tito pun mendorong pemerintah provinsi setempat dan BNPB untuk mempercepat pembangunan huntara agar seluruh pengungsi di lokasi tersebut bisa mendapatkan hunian layak.
“Jadi tanggal 23 (Maret) malam mereka harus masuk, atau tanggal 24 (Maret) pagi sudah harus masuk,” kata Tito.









