MENZIARAHI kubur atau dalam bahasa Aceh disebut dengan Jak Bak Jeurat, merupakan salah satu tradisi masyarakat Aceh selama lebaran. Baik Idul Fitri maupun Idul Adha.
Berziarah juga dilakukan sambil napak tilas berkeliling tempat-tempat yang menyimpan kenangan masa kecil.
Praktik mengunjungi pemakaman sebenarnya tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Hampir seluruh kebudayaan di dunia memiliki ritual untuk menghormati leluhur yang telah meninggal, diiringi dengan pemanjatan doa serta praktik lainnya.
Berziarah ke makam, sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Namun di Aceh, aktivitas ziarah kubur, lebih dominan dilakukan jelang puasa dan lebaran. Ritual ini berlangsung hampir di seluruh pelosok Aceh.
“Lebaran biasanya jadi agenda berkumpulnya sanak saudara. Nah, kesempatan ini sering digunakan untuk berziarah ke kuburan anggota keluarga yang telah terlebih dahulu menghadang sang khalik,” ujar Muhammad, 25 tahun, warga Aceh Besar.
“Untuk berdoa mungkin bisa dilakukan kapan saja. Namun ziarah kubur juga bertujuan untuk membersihkan makam bersama-sama,” katanya lagi.
Sementara itu, Lukman, warga Aceh lainnya, mengatakan bahwa ziarah kubur juga bertujuan untuk memperkenalkan silsilah keluarga kepada anggota keluarga yang masih hidup.
“Karena kebiasaan dalam keluarga kami, keluarga yang meninggal dikuburkan di satu tempat. Jadi kuburan buyut hingga lainnya ada di satu lokasi. Kami datang untuk memperkenalkan mereka kepada generasi sekarang. Karena kelak, jika saya pun meninggal, juga akan dikuburkan di sini,” ujarnya lagi.[]









