Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh

Atjeh Watch by Atjeh Watch
06/05/2026
in Kampus
0
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh

Banda Aceh — Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengikuti praktikum manuskrip di Museum Aceh, Selasa (5/5/2026), sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik di bidang filologi dan pelestarian naskah kuno Aceh.

Kegiatan yang berlangsung di ruang koleksi museum tersebut merupakan bagian dari mata kuliah wajib Praktikum dan Pemeliharaan Naskah Kuno. Dalam praktikum ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan manuskrip dan sumber-sumber primer yang menjadi bagian penting dari khazanah intelektual Aceh.

Kunjungan mahasiswa SKI diterima langsung oleh Kepala Seksi Koleksi dan Bimbingan Edukasi Museum Aceh, Nurhasanah, bersama tim kurator filologika museum.

Dalam sambutannya, Nurhasanah menyampaikan bahwa saat ini Museum Aceh menyimpan 1.934 bundel manuskrip yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber data riset dan pengembangan keilmuan.

“Seluruh manuskrip yang tersimpan di Museum Aceh dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kajian akademik, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya di hadapan para mahasiswa.

Dosen pengampu mata kuliah, Hermansyah, mengatakan Museum Aceh merupakan salah satu pusat penyimpanan manuskrip terbesar di Aceh yang menyimpan banyak naskah kuno dengan nilai historis dan akademik tinggi.

“Museum Aceh merupakan lumbung manuskrip yang menyimpan banyak naskah kuno dan berbagai sumber primer penting yang dapat menjadi bahan kajian bagi mahasiswa maupun peneliti,” ujar Hermansyah saat mendampingi mahasiswa.

Hermansyah, yang juga filolog Aceh ini menjelaskan, dari total 1.934 manuskrip yang tersimpan, belum seluruhnya terdokumentasi secara rinci berdasarkan isi dan tema kajiannya. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti yang ingin menelusuri naskah-naskah dengan topik tertentu, seperti pengobatan tradisional, kuliner, hukum adat, maupun pemikiran keislaman.

Karena itu, menurutnya, praktikum lapangan ini dirancang untuk melatih mahasiswa melakukan inventarisasi awal, identifikasi fisik naskah, hingga kajian deskriptif sebagai fondasi penelitian filologi.

“Pendekatan lapangan seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam merawat, mendokumentasikan, dan mengkaji manuskrip secara langsung,” katanya.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Museum Aceh yang sebelumnya telah terjalin melalui berbagai program edukatif, konservasi koleksi, pameran, dan diskusi ilmiah.

Melalui praktikum tersebut, Prodi SKI berharap dapat melahirkan generasi filolog muda yang mampu merawat, mendokumentasikan, dan mengkaji warisan intelektual Aceh sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. []

Previous Post

LPPM IAIN Takengon Angkat Isu Transformasi Penggunaan AI di Kalangan Mahasiswa

Next Post

Perpisahan Penuh Haru di KUA Kota Fajar: Jejak Pengabdian Ibu Asmidar B Tak Terlupakan

Next Post
Perpisahan Penuh Haru di KUA Kota Fajar: Jejak Pengabdian Ibu Asmidar B Tak Terlupakan

Perpisahan Penuh Haru di KUA Kota Fajar: Jejak Pengabdian Ibu Asmidar B Tak Terlupakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polda Gerebek Tambang Emas Ilegal di Nagan, Tangkap 8 Orang dan Sita 2 Ekskavator

Polda Gerebek Tambang Emas Ilegal di Nagan, Tangkap 8 Orang dan Sita 2 Ekskavator

02/10/2026
MTs Ruhul Qur’ani Sabet Gelar Juara Umum APRESIASI Madrasah Aceh Barat 2026

MTs Ruhul Qur’ani Sabet Gelar Juara Umum APRESIASI Madrasah Aceh Barat 2026

02/10/2026
Mahasiswa PPG BK Gelar Pengabdian di LKSA Rumah Penyantun Muhammadiyah Banda Aceh

Mahasiswa PPG BK Gelar Pengabdian di LKSA Rumah Penyantun Muhammadiyah Banda Aceh

02/10/2026
Persediaan Hewan Kurban di Aceh Timur Capai 2.428 Ekor

Ohku Rp9,2 Miliar Tiga Tahun untuk Sapi-Lembu di Pidie Jaya, Anggaran 2026 Capai Rp3,3 Miliar

02/10/2026
Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

02/10/2026

Terpopuler

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh

06/05/2026

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

IMM Lakukan Aksi Dorong Motor, Buntut Kelangkaan BBM di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com