Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

redaksi by redaksi
22/03/2026
in Feature
0
Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Banjir Aceh Utara. Foto detik

Mayoritas rumah warga di Krueng Mane dan Krueng Geukuh masih memiliki bercak bekas banjir. Sejumlah perabot hancur dan belum tergantikan. Namun mereka merayakan Idul Fitri dalam kesederhanaan. Menyambut tamu dengan senyum pilu.

Sejumlah warga korban banjir di Aceh Utara mengaku kecewa dengan kinerja sang bupati. Hal ini diungkapkan oleh sejumlah warga dalam momen silaturahmi Idul Fitri. Pasalnya, sejak dilanda musibah banjir dan longsor, warga mengaku ditinggal sendiri. ‘

Sudah hampir 4 bulan, warga masih bergelut dengan lumpur. Minim sentuhan dari pemerintah kabupaten.

“Mungkin Ayahwa menganggap diri sebagai bupati Panton. Jadi kerjanya hanya untuk Panton dan sekitar,” ujar Syahrul, 35 tahun, warga Krueng Geukuh Aceh Utara, saat atjehwatch.com bersilaturahmi ke rumahnya, Minggu pagi 22 Maret 2026.

Sosok yang dimaksud dengan Ayahwa adalah Ismail A Jalil. Ia merupakan bupati Aceh Utara.

Syahrul enggan menjelaskan mengapa Ayahwa disebut sebagai bupati Panton.

“Mungkin Ayahwa lupa dengan luas Aceh Utara,” katanya lagi dengan nada sedih. Ia kemudian menunjuk ke arah dua kamar di rumahnya yang masih berlumpur.

“Belum sanggup bersihkan semua. Soalnya lumpurnya lumayan tebal. Mau sewa orang untuk bersihkan belum ada uang,” ujarnya lagi.

Tak hanya Syahrul, hal yang sama juga diungkapkan oleh warga lainnya. Salah satunya adalah Muhammad Yunus, 48 tahun, warga Sawang Aceh Utara pada hari yang sama.

M. Yunus mengaku petani sawah. Namun banjir bandang yang melanda daerahnya pada akhir November 2025 lalu telah meratakan sawah miliknya dan keluarga.

“Otomatis mata pencaharian saya terputus sejak banjir. Namun bantuan pemerintah yang diberikan alakadar. Kadang mie instan cuma 5 bungkus. Demikian juga dengan daging meugang. Bukan tak mensyukuri, tapi memang tak cukup. Keperluan keluarga besar, tak bisa dibiarkan kondisi seperti ini. Tapi mau ngeluh, semua warga menderita hal yang sama,” kata M. Yunus.

“Saya lebih senang diberi kail pancing dibanding dikasih ikan. Itu istilahnya.”

“Pemerintah harusnya membantu kami dengan rehab sawah. Itu sangat membantu. Supaya kami bisa segera turun ke sawah. Kalau mau rehab sendiri, uang tak ada,” ujar Yunus.

Di tempat terpisah, Zakaria, 27 tahun, warga Krueng Mane juga mengungkapkan hal yang sama.

“Rumah saya digenangi banjir hampir setinggi pria dewasa. Perabotan dan isi rumah hancur. Namun saat disensus oleh petugas BNPB dikatakan cuma rusak 7 persen,” keluh Zakaria.

“Saya protes ke Pemkab Aceh Utara. Namun juga tak ada respon,” ujar dia.

Pernyataan Prabowo Soal 100 Persen

Pernyataan Presiden Prabowo soal pemulihan Aceh pasca banjir dan longsor sudah 100 persen jadi pembicaraan serius para korban banjir di Aceh.

Statemen tersebut turun menjadi pembahasan serius sesama warga saat silaturahmi Idul Fitri pada Minggu 22 Maret 2026.

“Kata pak Prabowo sudah 100 persen pemulihan. Kami tak tahu dimananya 100 persen. Karena lumpur rumah dari hari terkena musibah hingga sekarang, kami masih menangani sendiri. Pemerintah tak hadir,” kata Teungku Mustafa, 47 tahun, salah seorang warga di Krueng Mane, Aceh Utara, Minggu 22 Maret 2026.

“Coba lihat beberapa kamar masih berlumpur. Kami belum bisa membersihkan semua,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Yudhi Kurniawan, 34 tahun, korban banjir lainnya di Krueng Geukuh, Aceh Utara, juga menyesalkan adanya statemen dari Prabowo soal pemulihan hamper 100 persen.

“Seharusnya masih banyak persoalan yang tersisa. Rumah rumah warga di Aceh masih banyak berlumpur karena memang harus mengandalkan diri sendiri. Kemudian sawah sawah juga masih rusak sehingga warga tak bisa mencari rezeki,” ujar dia.

Yudhi berharap pemerintah bisa turun tangan untuk merehab sawah warga yang rusak akibat banjir.

“Namun sampai belum ada tindakan adapun. Padahal selama ini kami bergantung pada hasil sawah untuk hidup,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung progres pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kepala Negara memastikan penanganan dampak bencana telah mencapai hampir 100 persen, ditandai dengan seluruh warga terdampak yang kini telah menempati hunian layak tepat sebelum perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Alhamdulillah, di tenda sudah tidak ada lagi, sudah 100 persen keluar. Semua sudah masuk ke hunian-hunian sementara maupun tetap. Listrik juga hampir semuanya sudah jalan, hanya tersisa lima desa di seluruh Aceh yang memang medannya sulit. Bantuan semua sudah turun ke rakyat,” ujar Prabowo usai melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kawasan Hunian Sementara (Huntara) Kebun Tanjung Seumantoh, Aceh, dikutip dari Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.

Previous Post

Kisah Mahasiswa Asal Aceh Pilih Tidak Mudik dan Rayakan Lebaran di Surabaya

Next Post

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

Next Post
Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Prabowo Salat Id di Aceh, Menag: Presiden Ingin Bersama Warga Terdampak Bencana

Prabowo Salat Id di Aceh, Menag: Presiden Ingin Bersama Warga Terdampak Bencana

23/03/2026
Teknologi Canggih Iran Sukses Lumpuhkan Jet Siluman Amerika Serikat

Teknologi Canggih Iran Sukses Lumpuhkan Jet Siluman Amerika Serikat

23/03/2026
Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen 1 Miliar Dolar AS untuk BoP

23/03/2026
Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

22/03/2026
Kisah Mahasiswa Asal Aceh Pilih Tidak Mudik dan Rayakan Lebaran di Surabaya

Kisah Mahasiswa Asal Aceh Pilih Tidak Mudik dan Rayakan Lebaran di Surabaya

22/03/2026

Terpopuler

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

22/03/2026

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com