Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Dana APBA Rp1,7 Triliun untuk Tangani Corona Rawan Korupsi

Admin1 by Admin1
16/04/2020
in Nanggroe
0
Akademisi Abulyatama Dukung Daerah Pinggiran Bergabung ke Banda Aceh

BANDA ACEH – Penanganan Covid-19 di Propinsi Aceh, terus dilakukan dengan berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran dalam masyarakat Aceh. Dalam berbagai kebijakan diantaranya semua aktivitas masyarakat di lakukan di rumah, kerja, belajar, kegiatan keagamaan semuanya di lakukan di rumah, sampai pemberlakukan jam malam tempo hari yang lalu.

Atas Kebijakan tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas sosial ekonomi sampai penurunan daya beli masyarakat. Oleh sebab itu Pemerintah Aceh untuk penanganan covid-19 mengalokasi anggaran sekitar 1,7 T dari revisi APBA 2020.

“Tentu angka 1,7 T itu sangat fantasis bila dilihat dari jumlah penduduk dan masyarakat yang terdampak covid di Aceh,” kata Usman Lamreung, akademisi Universitas Abulyatama Aceh Besar kepada media, Kamis 16 April di Banda Aceh.

“Maka dengan anggaran yang besar tersebut perlu penjelasan secara terbuka, trasparan, akutanbel dan bisa diakses informasi oleh publik, kemana saja anggaran dialokasikan, berapa di sektor kesehatan, berapa sektor pangan. Ini harus jelas dan terang karena dana yang besar untuk tanggulangi bencana rawan dikorupsi,” kata Usman.

Selain propinsi, kabupaten/kota juga mengalokasikan dana penanganan covid-19, artinya bakal banyak bantuan dan dana yang akan di ditribusikan pada masyarakat. Belum lagi dari sumber Dana Desa, Melimpah. Maknya kami minta agar ini tidak berbenturan dalam penyaluran bantuan, harus benar-benar selektif dan dibutuhkan koordinasi yang intensif Propinsi dan Kabupaten/Kota, agar kesinambungan data jelas dan tidak dabel, dan tidak ada yang fiktif.

“Kita tak mau melihat para korban menjerit dalam penderitaan semua para pejabat yang membuat kebijakan di daerah bersenang-senang di atas penderitaan rakyatnya sendiri,” tambah Usman yang mantan pekerja pascatsunami Aceh di BRR Aceh – Nias (2005-2009).

DPRA harus benar-benar menjadi lembaga pengawas dan serius untuk mengawasi penanganan wabah covid 19, agar program dan kebijakan pemerintah benar – benar menyentuh semua sektor dan masyarakat.

“Maka DPRA sebagai lembaga pengawas betul-betul konsisten, jangan sampai ada kongkalikong menyebabkan berpeluang korupsi anggaran bencana tersebut. Namun dari itu, kami menyarankan dana 1,7 T ditinjau lagi dari dampak peristiwa penyebaran wabah tersebut, dihitung kembali, menurut kami dana itu terlalu besar, jangan sampai berpeluang korupsi secara masif, karena dana bencana sangat empuk untuk dikorup,” ujar Usman.

Previous Post

Aceh Street Food Gulai Bebek Khas Pidie Ala Bang Sen

Next Post

Covid-19, Kankemenag Aceh Utara Cek Suhu Tubuh Pagawai dan Tamu

Next Post
Covid-19, Kankemenag Aceh Utara Cek Suhu Tubuh Pagawai dan Tamu

Covid-19, Kankemenag Aceh Utara Cek Suhu Tubuh Pagawai dan Tamu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Terlihat Gersang, Banggar DPRK Minta Taman di Bawah Fly Over Simpang Surabaya Ditata

Terlihat Gersang, Banggar DPRK Minta Taman di Bawah Fly Over Simpang Surabaya Ditata

23/07/2026
DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB, Serta Tata Kabel Provider

DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB, Serta Tata Kabel Provider

23/07/2026
Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

23/07/2026
Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

23/07/2026
UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

23/07/2026

Terpopuler

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

22/07/2026

Dana APBA Rp1,7 Triliun untuk Tangani Corona Rawan Korupsi

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com