Takengon – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menggelar kegiatan akademik bertajuk Coffee Morning with LPPM IAIN Takengon pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan diskursus ilmiah yang mengangkat topik “Contextualizing the Legal Verses of the Qur’an: From Normative Text to Social Context”, sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi akademik berbasis riset dan refleksi keislaman kontekstual.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Ahmad Sholihin Siregar sebagai pemateri utama yang memaparkan pentingnya memahami ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an tidak semata sebagai teks normatif, tetapi juga dalam keterkaitannya dengan realitas sosial yang terus berkembang. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pendekatan kontekstual menjadi kunci untuk menjembatani antara teks wahyu dengan dinamika kehidupan umat modern.
“Pemahaman terhadap ayat-ayat hukum tidak boleh berhenti pada aspek literal, melainkan perlu dibaca dalam kerangka maqashid syariah dan konteks sosial yang melingkupinya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan ini penting untuk mencegah rigiditas pemikiran hukum Islam yang dapat menghambat respons terhadap persoalan kontemporer.
Diskusi akademik ini dimoderatori oleh Dr. Muhammad Riza yang juga menjabat sebagai Ketua LPPM IAIN Takengon. Dalam pengantarnya, ia menekankan bahwa forum coffee morning bukan sekadar ruang diskusi santai, tetapi merupakan medium strategis dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan reflektif.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai wahana pengembangan kapasitas berbahasa asing bagi sivitas akademika IAIN Takengon. “Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam forum ini menjadi bagian dari ikhtiar institusional untuk meningkatkan kompetensi global sivitas akademika, sehingga mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam forum ilmiah internasional,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rani Meutia selaku Kepala Biro IAIN Takengon yang memberikan apresiasi atas konsistensi LPPM dalam menghadirkan forum ilmiah yang relevan dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa kegiatan semacam ini mampu memperkuat budaya akademik serta meningkatkan kualitas intelektual sivitas akademika.
Partisipasi aktif dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam forum ini menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kajian-kajian keislaman yang adaptif terhadap perubahan zaman. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan kritis yang memperkaya perspektif terkait implementasi ayat-ayat hukum dalam kehidupan sosial.
Melalui kegiatan ini, LPPM IAIN Takengon kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong integrasi antara teks keagamaan dan realitas sosial, sekaligus meningkatkan kapasitas global sivitas akademika melalui penguatan kemampuan bahasa asing. Coffee Morning diharapkan terus menjadi ruang produktif dalam melahirkan gagasan-gagasan transformatif yang berdampak luas bagi masyarakat.










