Takengon — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menggelar kegiatan akademik bertajuk Coffee Morning, Rabu (06/5/2026). Kali ini mengusung tema “From Copy-Paste to Co-Creation: Transforming How Students Use AI”. Kegiatan ini menjadi ruang dialog kritis dan reflektif terkait dinamika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam praktik akademik mahasiswa di era digital.
Episode kali ini menghadirkan Tathahira, M.Ed sebagai narasumber utama, dengan Dr. Muhammad Riza, M.A. bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung secara intensif dan interaktif, sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, yang sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas akademik dan kompetensi global sivitas akademika IAIN Takengon.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa kehadiran AI dalam dunia pendidikan tidak dapat dihindari, namun perlu dikelola secara bijak dan bertanggung jawab. AI dianalogikan sebagai pisau bermata dua: di satu sisi, ia mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam penulisan akademik; namun di sisi lain, penggunaan yang tidak kritis berpotensi menghilangkan esensi orisinalitas dan “ruh” dari karya ilmiah itu sendiri.
Diskusi berkembang secara dinamis, bahkan cenderung alot, karena peserta secara aktif mengajukan berbagai perspektif kritis terkait etika, integritas akademik, serta batasan penggunaan AI dalam proses pembelajaran dan penelitian. Beberapa peserta menyoroti fenomena meningkatnya praktik copy-paste berbasis AI yang berimplikasi pada degradasi kualitas berpikir kritis mahasiswa.
Moderator, Dr. Muhammad Riza, M.A., mengarahkan jalannya diskusi pada pentingnya pergeseran paradigma dari sekadar penggunaan AI sebagai alat reproduksi informasi menuju pemanfaatan AI sebagai mitra dalam proses co-creation pengetahuan. Dalam konteks ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi mampu mengintegrasikan AI secara reflektif, kreatif, dan etis dalam kerja akademik mereka.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ekosistem akademik yang produktif dan reflektif, tetapi juga menjadi wahana strategis dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa kehilangan landasan epistemologis dan nilai-nilai keilmuan.
Melalui forum seperti ini, LPPM IAIN Takengon menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang responsif terhadap tantangan zaman, sekaligus menjaga kualitas dan integritas akademik di tengah arus disrupsi teknologi.







![[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-06-at-15.09.56-120x86.jpeg)



