Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

KOPRI PKC PMII Aceh Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Soroti Krisis Lingkungan hingga Suara Perempuan

redaksi by redaksi
17/05/2026
in Lintas Timur
0
KOPRI PKC PMII Aceh Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Soroti Krisis Lingkungan hingga Suara Perempuan

Banda Aceh – KOPRI PKC PMII Aceh menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Sekretariat Fatayat NU, Jumat 15 Mei 2026 malam.

Ketua KOPRI PKC PMII Aceh, Desi Hartika, mengatakan tujuan pemutaran film tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk kembali menghidupkan daya kritis terhadap berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan di Indonesia.

Film Dokumenter karya Dhandy Dwi Laksono tersebut, kata Desi bukan sekadar agenda hiburan, melainkan upaya membangun kesadaran mahasiswa agar tidak terjebak dalam sikap apatis terhadap kondisi bangsa.

Menurutnya, idealisme mahasiswa saat ini mulai terkikis oleh berbagai keadaan. Karena itu, melalui film dokumenter tersebut, mahasiswa diajak kembali berpikir kritis dan melihat bahwa masih banyak persoalan besar yang perlu diselesaikan bersama.

“Film ini mengajak kita menyadari bahwa negara ini belum sepenuhnya merdeka dari berbagai persoalan. Masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan bersama,” ujar Desi dalam sesi diskusi.

Dalam diskusi itu, Desi juga menyinggung persoalan operasi militer dan konflik sosial yang pernah dialami Aceh di masa lalu. Ia menilai pengalaman tersebut membuat masyarakat Aceh memiliki kedekatan emosional terhadap penderitaan masyarakat Papua yang saat ini menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

Selain isu kemanusiaan, diskusi turut menyoroti ancaman deforestasi dan eksploitasi sumber daya alam. Desi berharap pembangunan industri, termasuk yang akan berkembang di Aceh, tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

“Papua disebut sebagai paru-paru dunia, begitu juga Aceh yang masih memiliki alam yang baik. Industri memang dibutuhkan, tetapi harus ada jalan tengah agar pembangunan tidak merusak lingkungan dan merugikan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, hasil diskusi mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat berkembang menjadi bentuk advokasi dan rekomendasi kebijakan di masa mendatang.

KOPRI juga menilai film Pesta Babi memiliki keterkaitan kuat dengan perjuangan perempuan. Dalam film tersebut, perempuan digambarkan sebagai kelompok yang paling terdampak, tetapi tetap berani melawan ketidakadilan meski tanpa perlindungan dan kekuasaan yang memadai.

Ia mencontohnya, banyak keterangan narasumber yang diangkat berasal dari perempuan, ada bekerja di perusahaan sawit namun pembayarannya tak memadai.

“Perempuan-perempuan di sana tetap berani bersuara dan melawan ketidakadilan, Karena itu, kami mengajak seluruh kader KOPRI untuk menunjukkan solidaritas terhadap mereka,” ujar Desi.

Ia juga menyoroti ketimpangan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dinilai sering kali hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat luas tidak merasakan manfaat yang adil.

“Mahasiswa harus tetap menjadi kelompok yang kritis dan mampu mengawasi kebijakan pemerintah. Ketika ada masyarakat yang merasa dirugikan, mahasiswa harus hadir untuk menjembatani dan memperjuangkan solusi,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, KOPRI PKC PMII Aceh berharap lahir kesadaran baru di kalangan generasi muda untuk lebih peduli terhadap persoalan lingkungan, hak masyarakat adat, dan masa depan bangsa.

Seperti di ketahui flm ini menceritakan tentang perjuangan masyarakat adat di selatan Papua yang menghadapi masifnya ekspansi industri dan proyek negara di tanah leluhur mereka.

Karya Dhandy Dwi Laksono tersebut merekam penolakan masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu terhadap proyek biodiesel dan bioetanol yang dinilai mengancam ruang hidup mereka.

Melalui simbol tradisi pesta babi yang erat dengan makna kehormatan dan persaudaraan, film ini juga menggambarkan hubungan kuat masyarakat Papua dengan alamnya.

Film ini diproduksi melalui kolaborasi Jubi Media, Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia.

Previous Post

Wali Nanggroe Soroti Mangkraknya RS Regional Aceh Barat, Siap Temui Presiden Perjuangkan Kelanjutan Pembangunan

Next Post

Resmi, Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 27 Mei

Next Post
Resmi, Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 27 Mei

Resmi, Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 27 Mei

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Resmi, Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 27 Mei

Resmi, Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 27 Mei

17/05/2026
KOPRI PKC PMII Aceh Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Soroti Krisis Lingkungan hingga Suara Perempuan

KOPRI PKC PMII Aceh Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Soroti Krisis Lingkungan hingga Suara Perempuan

17/05/2026
Wali Nanggroe Soroti Mangkraknya RS Regional Aceh Barat, Siap Temui Presiden Perjuangkan Kelanjutan Pembangunan

Wali Nanggroe Soroti Mangkraknya RS Regional Aceh Barat, Siap Temui Presiden Perjuangkan Kelanjutan Pembangunan

17/05/2026
Aceh Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

Aceh Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

17/05/2026
Pemkab Salur Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Gampong Cureh Indrapuri

Pemkab Salur Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Gampong Cureh Indrapuri

17/05/2026

Terpopuler

Krak, Mualem Minta Presiden Izinkan Maskapai Arab Saudi Angkut Jamaah Langsung dari Aceh

Krak, Mualem Minta Presiden Izinkan Maskapai Arab Saudi Angkut Jamaah Langsung dari Aceh

15/05/2026

Azzanjabil Bireuen Bungkam SMPN 37 Aceh Tengah, Tuan Rumah Siap Hadapi Rival Baru!

Bupati Pidie Jaya Hadiri Launching Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih di Jangka Buya

PDPM Abdya Brutal Kritisi Persoalan BBM untuk Petani, Dinas Pertanian Gerak Cepat

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com