MEUREUDU – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kerusakan di sejumlah titik. Tidak hanya rumah warga, deretan hunian sementara (huntara) di belakang Taman Kota Meureudu juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap.
Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Okta, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap dampak bencana yang terjadi sejak malam hingga Rabu siang, 20 Mei 2026.
“Bukan hanya huntara yang ada di belakang Taman Kota, deretan B-09 sampai B-16 mengalami kerusakan atap. Ada juga sejumlah rumah warga yang ikut terdampak akibat angin kencang,” kata Okta
Huntara yang mengalami kerusakan tersebut diketahui merupakan bangunan yang dikerjakan oleh Danantara PT HK.
Terpaan angin membuat beberapa bagian atap terlepas dan membahayakan penghuni di sekitar lokasi.
Selain merusak huntara, angin kencang juga dilaporkan menerjang permukiman warga di sejumlah kawasan di Pidie Jaya. Warga mengaku angin mulai bertiup kuat sejak malam hari dan terus berlangsung hingga menjelang siang, disertai cuaca mendung dan hujan ringan.
Meski belum menimbulkan korban jiwa, kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama penghuni huntara yang dinilai rentan terhadap cuaca ekstrem.
BPBD Pidie Jaya kini terus memantau perkembangan cuaca sambil melakukan inventarisasi kerusakan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
Okta mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di bangunan semi permanen dan kawasan terbuka.
“Potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta berhati-hati dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.[Mul]











