Banda Aceh – Kabupaten Aceh Tamiang direncanakan menerima dua ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah/2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di Aceh karena daerah lain masing-masing hanya memperoleh satu ekor sapi bantuan.
Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Safridhal melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Pengolahan dan Pemasaran, drh. Ruhaty mengatakan, tambahan satu ekor sapi untuk Aceh Tamiang berasal dari alokasi Pemerintah Aceh yang tahun ini dialihkan ke daerah tersebut.
“Total bantuan Presiden tahun ini ada 24 ekor. Sebanyak 23 ekor untuk kabupaten/kota, sedangkan satu ekor jatah provinsi diserahkan ke Aceh Tamiang,” ujar Ruhaty, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, biasanya sapi kurban jatah Pemerintah Aceh dipotong di Masjid Raya Baiturrahman. Namun, tahun ini bantuan tersebut diprioritaskan untuk masyarakat di Aceh Tamiang.
Menurut Ruhaty, keputusan penambahan bantuan mempertimbangkan kondisi wilayah yang terdampak bencana alam sehingga membutuhkan dukungan lebih dalam pelaksanaan kurban tahun ini.
“Kalau kita lihat dari distribusinya, wilayah yang terdampak bencana memang perlu kita sokong untuk kebutuhan kurban tahun ini,” katanya.
Ruhaty menyebutkan, masing-masing sapi bantuan Presiden memiliki bobot sekitar satu ton. Hewan kurban tersebut dipersiapkan oleh peternak lokal Aceh yang telah terbiasa menyediakan sapi berbobot besar menjelang tradisi meugang maupun Hari Raya Iduladha.
“Peternak kita sudah jauh-jauh hari mempersiapkan kebutuhan itu, karena hampir setiap tahun bantuan Presiden memang menggunakan sapi dengan bobot di atas 900 kilogram,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga sapi bantuan Presiden diperkirakan mencapai sekitar Rp89 juta per ekor. Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibanding harga sapi kurban lokal biasa yang berkisar Rp17 juta hingga Rp19 juta, tergantung ukuran dan berat ternak.
Menurut Ruhaty, bantuan kurban Presiden juga memberi dampak positif bagi perekonomian peternak lokal karena permintaan ternak berbobot besar terus meningkat setiap menjelang Iduladha.
“Momentum Iduladha ikut meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sehingga peternak dapat memperoleh penghasilan yang lebih baik,” ujar Ruhaty.








