Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

redaksi by redaksi
24/05/2026
in Nanggroe
0
Sabtu Malam, Listrik Kembali Padam di Pesisir Aceh Besar

BANDA ACEH – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta pemerintah pusat dan PT PLN agar Aceh memiliki sistem kelistrikan mandiri yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Menurutnya, langkah tersebut sangat penting untuk memperkuat ketahanan energi Aceh dan menghindari kerugian besar akibat ketidakstabilan pasokan listrik dari luar daerah.

“Ketahanan energi adalah fondasi pembangunan ekonomi. Aceh tidak boleh terus berada dalam posisi rentan akibat ketergantungan penuh pada sistem Sumbagut. Kita membutuhkan sistem kelistrikan yang lebih mandiri, kuat, dan mampu menjamin kepastian pasokan listrik bagi masyarakat. Kejadian pemadaman listrik dalam dua hari ini sangat merugikan dan memberi trauma yang mendalam bagi warga Aceh.,” ujar Tuanku Muhammad.

Ia menjelaskan, selama ini Aceh masih menjadi bagian dari sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera Bagian Utara yang terhubung dengan Sumatera Utara dan wilayah lainnya. Akibatnya, setiap gangguan transmisi maupun krisis pasokan energi di luar Aceh langsung berdampak pada masyarakat Aceh.

Data PLN menunjukkan kebutuhan listrik di Aceh terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada malam pergantian tahun 2024 misalnya, beban puncak listrik Aceh mencapai sekitar 516 MegaWatt (MW). Sementara daya mampu pasok sistem kelistrikan Aceh saat itu berada di kisaran 733 MW.

Sebelumnya pada tahun 2023, Pemerintah Aceh juga mencatat daya mampu kelistrikan Aceh mencapai 822 MW dengan beban puncak sekitar 567 MW. Artinya, secara umum Aceh memang masih memiliki surplus daya, namun sistem tersebut masih sangat bergantung pada jaringan interkoneksi Sumbagut.

Menurut Tuanku Muhammad, surplus daya tidak otomatis menjamin keamanan energi apabila pusat kendali pasokan masih bertumpu pada jaringan luar Aceh. Ia mencontohkan peristiwa gangguan regasifikasi LNG tahun 2022 yang menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara kehilangan pasokan hingga 1.124 MW dan berdampak langsung terhadap pemadaman listrik di Aceh. Saat itu, beban puncak Aceh mencapai sekitar 530 MW, sementara pasokan yang tersedia tidak mencukupi sehingga ratusan ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik.

Karena itu, ia menilai Aceh harus segera memperkuat pembangkit lokal agar memiliki cadangan energi strategis yang dapat berdiri sendiri ketika terjadi gangguan pada jaringan utama Sumatera.

Salah satu langkah yang dinilai paling realistis adalah mengaktifkan kembali dan mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Ladong di Aceh Besar. Menurutnya, PLTG Ladong memiliki posisi strategis untuk menopang sistem kelistrikan Aceh, terutama wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi.

“PLTG Ladong harus menjadi prioritas revitalisasi. Aceh memiliki sumber gas dan infrastruktur yang dapat mendukung pembangkit ini beroperasi maksimal. Jika diaktifkan secara optimal, PLTG Ladong bisa menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi Aceh,” katanya.

Selain PLTG Ladong, Aceh juga memiliki sejumlah pembangkit lain yang selama ini menopang sistem kelistrikan daerah, seperti PLTU Nagan Raya, PLTMG Arun, pembangkit diesel, serta sejumlah pembangkit energi air skala kecil dan menengah. Berdasarkan berbagai rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan, Aceh bahkan memiliki potensi tambahan ratusan MW dari sektor energi hidro, panas bumi, dan gas alam.

Tuanku Muhammad menilai penguatan pembangkit lokal sangat penting karena kebutuhan listrik Aceh diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, pembangunan kawasan industri, rumah sakit, sektor pendidikan, dan investasi baru di berbagai daerah.

“Kalau Aceh terus bergantung penuh pada sistem luar tanpa memperkuat pembangkit sendiri, maka kita akan terus menghadapi ketidakpastian energi. Dampaknya bukan hanya pemadaman listrik, tetapi juga kerugian ekonomi yang besar, terganggunya pelayanan publik, dan menurunnya kepercayaan investor,” tegasnya.

Komisi III DPRK Banda Aceh, lanjutnya, mendorong Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat untuk segera menyusun roadmap ketahanan energi daerah yang fokus pada penguatan pembangkit lokal, optimalisasi aset energi yang sudah ada, serta pembangunan sistem kelistrikan Aceh yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Sudah saatnya Aceh memiliki sistem kelistrikan yang mandiri demi masa depan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tutup Tuanku Muhammad.

Previous Post

Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih Tewas, 1 Warga Sipil Terluka

Next Post

HUT ke-17 STKIP Muhammadiyah Abdya Dirangkai Kegiatan ESA Eng, HIMATIKA dan Jalan Santai

Next Post
HUT ke-17 STKIP Muhammadiyah Abdya Dirangkai Kegiatan ESA Eng, HIMATIKA dan Jalan Santai

HUT ke-17 STKIP Muhammadiyah Abdya Dirangkai Kegiatan ESA Eng, HIMATIKA dan Jalan Santai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sulaiman Tripa Ajarkan Mahasiswa Cara Menggali Ide dalam Menulis

Sulaiman Tripa Ajarkan Mahasiswa Cara Menggali Ide dalam Menulis

24/05/2026
HUT ke-17 STKIP Muhammadiyah Abdya Dirangkai Kegiatan ESA Eng, HIMATIKA dan Jalan Santai

HUT ke-17 STKIP Muhammadiyah Abdya Dirangkai Kegiatan ESA Eng, HIMATIKA dan Jalan Santai

24/05/2026
Sabtu Malam, Listrik Kembali Padam di Pesisir Aceh Besar

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

24/05/2026
Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih Tewas, 1 Warga Sipil Terluka

Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih Tewas, 1 Warga Sipil Terluka

24/05/2026
Ibu Kota Ukraina Diserbu Rudal, Setidaknya 5 Terluka

Ibu Kota Ukraina Diserbu Rudal, Setidaknya 5 Terluka

24/05/2026

Terpopuler

Pemutaran Film “Pesta Babi” di Temas River Park Berlangsung Khidmat, Bahas Krisis Lingkungan dan Papua

Pemutaran Film “Pesta Babi” di Temas River Park Berlangsung Khidmat, Bahas Krisis Lingkungan dan Papua

24/05/2026

Ohku, Listrik Padam Total di Aceh dan Sumatera Utara

Sabtu Malam, Listrik Kembali Padam di Pesisir Aceh Besar

Rayakan Kemenangan, Santri Al Zahrah Pupuk Solidaritas Lewat Santapan Ayam Bakar

Listrik di Sebagian Aceh Kembali Menyala Usai Pemadaman

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com