SIGLI – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan, tetapi juga lewat keterlibatan langsung dalam penguatan sektor pertanian.
Hal itu terlihat saat Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau lahan jagung seluas 40 hektare di Gampong Blang Lheun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (6/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan sektor pertanian kini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk institusi kepolisian.
Di tengah tantangan produksi pangan dan kebutuhan peningkatan kesejahteraan petani, lahan seluas 40 hektare yang sedang dipersiapkan itu diharapkan menjadi salah satu sentra produksi jagung baru di Aceh.
Didampingi Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Deden Supriana Imhar, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, jajaran pejabat utama Polres Pidie, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat dan kelompok tani, Kapolda berdialog langsung dengan para petani mengenai berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Tidak hanya meninjau lahan, Kapolda juga menyerahkan bantuan 10 unit sumur bor kepada masyarakat Kemukiman Teungue. Bantuan tersebut dinilai sangat penting mengingat ketersediaan air menjadi faktor utama keberhasilan budidaya jagung, terutama saat musim kemarau.
Dalam arahannya, Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat pedesaan.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan membuka lahan, tetapi harus didukung sarana produksi yang memadai, akses air yang cukup, serta pendampingan berkelanjutan kepada petani.
“Kita ingin lahan yang selama ini belum produktif dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Kapolda juga menaruh perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur penunjang di kawasan pertanian tersebut.
Saat meninjau lokasi, ia melihat langsung rencana penyediaan jaringan listrik yang dinilai penting untuk mendukung operasional sumur bor dan pengembangan pertanian modern.
Program penanaman jagung 40 hektare yang digagas Petani Muda Milenial Aceh bersama Polda Aceh ini dinilai memiliki nilai strategis.
Selain mendukung target swasembada pangan nasional, program tersebut juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif di Kabupaten Pidie.
Dengan dukungan infrastruktur air, listrik, dan pendampingan teknis yang memadai, kawasan pertanian di Simpang Tiga diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sentra jagung unggulan di Aceh dan menjadi model kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan petani dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.[Mul]










