Takengon – Anggota DPRK Aceh Tengah, Khairul Ahadian, mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk memperkuat kelembagaan sektor ekonomi kreatif melalui perubahan nomenklatur dinas yang selama ini menangani urusan pariwisata.
Menurut Khairul, ekonomi kreatif kini telah menjadi salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang usaha baru bagi generasi muda. Karena itu, sektor tersebut perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar dalam struktur pemerintahan daerah.
Hal tersebut disampaikan Khairul Ahadian saat berpidato pada acara Peningkatan Kapasitas SDM Pelaku Ekonomi Kreatif Bidang Digital Marketing yang difasilitasi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Hotel Petro Gayo, Aceh Tengah, Sabtu (20/6/2026).
“Kami berharap ke depan nomenklatur Dinas Pariwisata dapat diperkuat menjadi dinas yang juga secara khusus menangani ekonomi kreatif. Dengan demikian, pembinaan terhadap pelaku ekonomi kreatif dapat dilakukan secara lebih fokus dan berkelanjutan,” kata Khairul.
Ia menilai penguatan nomenklatur dinas menjadi penting karena ekonomi kreatif memiliki karakteristik dan kebutuhan pengembangan yang berbeda dengan sektor lainnya. Dengan adanya ruang yang lebih besar dalam struktur pemerintahan daerah, berbagai program pembinaan dan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif dapat berjalan lebih maksimal.
Selain itu, menurut Khairul, penguatan kelembagaan juga akan membuka peluang lebih besar bagi Aceh Tengah untuk mengakses berbagai program dan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif.
“Ketika sektor ekonomi kreatif mendapat perhatian yang jelas dalam kelembagaan daerah, maka koordinasi dengan pemerintah pusat juga akan semakin mudah. Ini penting agar program-program pengembangan ekonomi kreatif dapat lebih banyak hadir di Aceh Tengah,” ujarnya.
Khairul turut mengapresiasi Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah melaksanakan program peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tengah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan harus berjalan beriringan agar sektor ekonomi kreatif mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah di masa depan.
“DPRK Aceh Tengah siap mendukung berbagai langkah yang bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Kita ingin sektor ini tumbuh lebih maju, memberi nilai tambah bagi produk lokal, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Khairul.[]







