Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Rafly: Rakyat Memilih Mualem, Bukan Lingkaran Kekuasaan

Joe Samalanga by Joe Samalanga
21/06/2026
in Nanggroe
0
Rafly: Rakyat Memilih Mualem, Bukan Lingkaran Kekuasaan

BANDA ACEH – Seniman dan budayawan Aceh, Rafly Kande, mengingatkan pentingnya keterbukaan dalam kepemimpinan Pemerintah Aceh di bawah Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. Menurutnya, pembangunan Aceh membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak bisa hanya bergantung pada satu kelompok atau lingkaran tertentu.

Rafly menilai alternatif pandangan dan masukan dari berbagai kalangan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas kebijakan pemerintah. Perbedaan pendapat, kata dia, seharusnya dipandang sebagai sumber koreksi yang membantu pemimpin menghasilkan keputusan yang lebih baik.

“Alternatif sering kali menjadi sumber koreksi yang menjaga kualitas keputusan,” ujar Rafly.

Menurutnya, tantangan pembangunan yang dihadapi Aceh saat ini terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu kelompok saja. Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada berbagai elemen masyarakat.

Ia menyebut akademisi, pelaku usaha, masyarakat sipil, diaspora Aceh, generasi muda, hingga masyarakat akar rumput sebagai sumber gagasan dan energi pembangunan yang harus dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan.

“Dalam konteks Aceh, tantangan pembangunan yang dihadapi terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu kelompok atau satu lingkaran saja. Dibutuhkan keterlibatan akademisi, pengusaha, masyarakat sipil, diaspora, generasi muda, hingga masyarakat akar rumput. Semua adalah sumber energi dan pengetahuan yang dapat membantu mempercepat pembangunan,” katanya.

Rafly menegaskan bahwa rakyat Aceh memberikan mandat kepada gubernur untuk memimpin dan mengambil keputusan bagi kepentingan daerah. Karena itu, menurutnya, seorang pemimpin perlu memastikan saluran komunikasi dengan masyarakat tetap terbuka.

“Pada akhirnya, rakyat tidak memilih sebuah lingkaran. Rakyat memilih seorang gubernur untuk memimpin dan mengambil keputusan,” ujarnya.

Menurut Rafly, semakin terbuka komunikasi antara pemimpin dan masyarakat, semakin besar peluang lahirnya kebijakan yang tepat sasaran, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan rakyat. Keterbukaan juga akan membantu pemerintah memperoleh masukan yang beragam dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan.

Ia menilai kekuatan seorang pemimpin tidak ditentukan oleh seberapa sulit dirinya dijangkau, melainkan oleh kemampuannya mendengar berbagai pandangan, termasuk kritik dan pendapat yang berbeda.

“Pemimpin yang kuat bukanlah pemimpin yang paling sulit dijangkau. Pemimpin yang kuat adalah pemimpin yang mampu tetap mendengar, meskipun berada di puncak kekuasaan,” tegas Rafly.

Melalui pandangannya itu, Rafly berharap Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem terus membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan melibatkan lebih banyak pihak dalam proses pembangunan, Aceh dinilai akan memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan kebijakan yang efektif serta mempercepat kemajuan daerah di berbagai sektor.

Previous Post

Konspirasi Jahat Pelaku Penambangan, Rakyat Aceh Diajak Boikot Izin Aktivitas Tambang Ilegal Beutong Ateuh Dan Pidie

Next Post

“Kurông”, Monolog tentang Tubuh, Ruang, dan Kebebasan yang Mengundang Refleksi

Next Post
“Kurông”, Monolog tentang Tubuh, Ruang, dan Kebebasan yang Mengundang Refleksi

"Kurông", Monolog tentang Tubuh, Ruang, dan Kebebasan yang Mengundang Refleksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Azhari Cage Gelar 4 Pilar di Paloh Dayah Lhokseumawe

Azhari Cage Gelar 4 Pilar di Paloh Dayah Lhokseumawe

21/06/2026
Nasir Djamil Desak Pelaku Pemotongan Tangan Warga Aceh Besar Diproses Hukum

Nasir Djamil Desak Pelaku Pemotongan Tangan Warga Aceh Besar Diproses Hukum

21/06/2026
5.535 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya Mulai Terima Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi

5.535 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya Mulai Terima Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi

21/06/2026
“Kurông”, Monolog tentang Tubuh, Ruang, dan Kebebasan yang Mengundang Refleksi

“Kurông”, Monolog tentang Tubuh, Ruang, dan Kebebasan yang Mengundang Refleksi

21/06/2026
Rafly: Rakyat Memilih Mualem, Bukan Lingkaran Kekuasaan

Rafly: Rakyat Memilih Mualem, Bukan Lingkaran Kekuasaan

21/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden KMP Aceh Hebat 2

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com