Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Nyan, Dana Pembangunan Hunian Tetap Dinaikan Jadi 80 Juta Perunit

redaksi by redaksi
23/06/2026
in Lintas Timur
0
BNPB Pacu Pembangunan Huntara di Pedalaman Aceh Barat

Pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana banjir bandang di kawasan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Hingga Selasa (3/3/2026) progres pembangunan tersebut sudah mencapai 98 persen. (ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat)

TAMIANG – Pemerintah tengah mengupayakan peningkatan alokasi dana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) in situ bagi korban bencana Hidrometeorologi Sinklon Senyar di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang saat ini sebesar Rp60 juta per unit menjadi Rp80 juta per unit. Jumlah tersebut adalah besaran bantuan yang diberikan untuk rumah dengan kategori rusak berat.

Hal ini dilakukan setelah hasil tinjauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa alokasi anggaran awal tersebut dinilai terlalu minim di tengah tingginya harga material logistik serta biaya distribusi logistik ke wilayah yang relatif jauh dari pusat kota menjadi faktor utama yang mendorong perlunya penyesuaian nilai bantuan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyampaikan hal tersebut usai meninjau progres pembangunan huntap in situ di Desa Sriwijaya, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, serta di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin (22/6). Menurutnya, peningkatan nilai bantuan diharapkan dapat menghasilkan kualitas bangunan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Suharyanto menjelaskan bahwa besaran bantuan Rp60 juta per unit saat ini cukup minim untuk memenuhi kebutuhan pembangunan rumah, terutama di wilayah Aceh yang memiliki tantangan tersendiri dalam pengadaan dan distribusi material bangunan. Pemerintah pusat melalui Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) telah menyepakati upaya peningkatan bantuan tersebut, yang saat ini masih dalam tahap proses pembahasan.

“Apabila nantinya disetujui, baik menjadi Rp65 juta, Rp70 juta, maupun Rp80 juta per unit, tentu kualitas rumah yang dibangun akan semakin baik dan lebih memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Suharyanto.

Program huntap in situ merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah melalui BNPB bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana. Dalam skema ini, rumah dibangun kembali di atas lahan milik warga dengan tipe bangunan seluas 36 meter persegi.

Setiap unit huntap dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta ruang keluarga atau ruang tamu. Bangunan menggunakan konstruksi pondasi permanen, dinding bata plester, rangka baja ringan, dan atap spandek. Saat ini proses pembangunan masih terus berlangsung sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh.

Lebih lanjut, Suharyanto menyebutkan bahwa hingga saat ini BNPB telah menerima usulan pembangunan sekitar 15.000 unit huntap in situ yang berasal dari tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 hingga 900 unit rumah telah dibangun secara serentak, sementara hampir 400 unit di antaranya telah selesai.

Menurutnya, pembangunan huntap dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Rumah yang telah rampung langsung diserahkan kepada warga penerima manfaat agar masyarakat dapat segera menempati hunian yang lebih aman dan layak. Saat ini pemerintah terus mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, seiring selesainya pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana.

“Nanti kita bisa melihat dari Aceh Tamiang, Aceh Timur sampai ke Aceh Utara sana beberapa rumah yang sudah jadi dan ini sudah langsung begitu jadi diserahkan ke masyarakat. Supaya masyarakat terdampak melihat bahwa ya semuanya tidak bisa seketika jadi, tapi ini proses berjalan terus,” tutup Suharyanto.

Selain meninjau progres pembangunan hunian tetap, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga setempat, baik di titik lokasi Kualasimpang dan Peureulak Barat.

Sebagai penerima manfaat program hunian tetap in situ, Nurbayti (64), warga Desa Sriwijaya, Kecamatan Kota Kualasimpang, mengaku bersyukur atas bantuan pemerintah yang telah membangunkan kembali rumahnya yang mengalami kerusakan berat akibat banjir beberapa waktu lalu. Setelah hampir tiga bulan menempati hunian sementara (huntara), ia berencana segera pindah dan menempati rumah barunya dalam waktu dekat.

Ungkapan serupa disampaikan Muhammad Fuad (35), warga Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Fuad mengapresiasi percepatan pembangunan hunian tetap yang diperuntukkan bagi dirinya dan keluarga. Ia berharap rumah baru tersebut dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, serta membawa manfaat dan keberkahan bagi keluarganya.

“Alhamdulillah ini lebih bagus ya, lebih nyaman, sebelumnya setelah bencana saya menumpang di rumah mertua setelah Huntara jadi saya di Huntara dan akan pindah ke Huntap ini kalau sudah jadi,” tutup pria yang berprofesi sebagai teknisi elektronik ini.

Fuad mengatakan bahwa dirinya sangat terbantu dengan dukungan pemerintah melalui BNPB dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, kondisi rumah yang saat ini hampir selesai dibangun bahkan dinilai lebih baik dibandingkan rumah yang sebelumnya rusak akibat bencana. Kehadiran hunian tetap tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk kembali menjalani kehidupan secara normal setelah terdampak bencana.

 

Previous Post

Siswa Aceh Tamiang Terpilih Menjadi Paskibraka Nasional 2026

Next Post

340 Imigran Rohingya Masih Ditampung di Aceh

Next Post
340 Imigran Rohingya Masih Ditampung di Aceh

340 Imigran Rohingya Masih Ditampung di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kebakaran Hanguskan Tiga Dapur Minyak dan Satu Rumah di Aceh Timur

Kebakaran Hanguskan Tiga Dapur Minyak dan Satu Rumah di Aceh Timur

14/08/2026
Beruntun Bongkar Jaringan Narkoba, YARA Apresiasi Ketegasan Polres Aceh Tengah

Beruntun Bongkar Jaringan Narkoba, YARA Apresiasi Ketegasan Polres Aceh Tengah

14/08/2026
Krak, Dosen SDA UTU Lolos Pendanaan Nasional Titik Kumpul Saintek 2026 Kemdiktisaintek

Krak, Dosen SDA UTU Lolos Pendanaan Nasional Titik Kumpul Saintek 2026 Kemdiktisaintek

14/08/2026
Viral, Anggota Satpol PP Aceh Utara Diduga Curi Rokok Pedagang saat Razia

Viral, Anggota Satpol PP Aceh Utara Diduga Curi Rokok Pedagang saat Razia

14/08/2026
Siswi SMA Negeri 3 Timang Gajah Terpilih sebagai Duta Siswa Kebudayaan Aceh 2026

Siswi SMA Negeri 3 Timang Gajah Terpilih sebagai Duta Siswa Kebudayaan Aceh 2026

14/08/2026

Terpopuler

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

13/08/2026

Nyan, Dana Pembangunan Hunian Tetap Dinaikan Jadi 80 Juta Perunit

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Jamaluddin Idham Didampingi DKP Serahkan Bantuan Hibah Alat Tangkap untuk Nelayan Abdya

Forkopimda Aceh Minta Tambang Emas Rakyat Ditutup, Syahril: Jangan Binasakan Rakyat di Kaki Bumi Sendiri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com