IDI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mengerahkan tim untuk menangani kebakaran di Desa Seumali, Kecamatan Ranto Peureulak. Kebakaran tersebut melanda tiga dapur minyak dan satu rumah warga.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur Syahrizal Fauzi mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi dini hari tersebut.
“Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.02 WIB. Petugas Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Aceh Timur menerima informasi dari masyarakat dan langsung bergerak menuju lokasi,” kata Syahrizal, dilansir dari Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.
Petugas Damkar Pos Ranto Peureulak dipimpin Komandan Regu 1, Rizal, mengerahkan dua unit armada menuju lokasi kejadian. Penanganan diperkuat dengan dua unit armada dari Pos 2 Peureulak dan dua unit armada dari Pos 1 Idi Rayeuk.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas ke bangunan maupun area sekitar. Proses pemadaman turut dibantu masyarakat dan relawan setempat.
“Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan setelah api berhasil dikendalikan. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api atau bara yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali,” ungkap Syahrizal.
Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah milik warga bernama Maimun serta tiga dapur minyak tradisional yang berada di lokasi kejadian. Identitas pemilik dapur minyak tradisional yang terbakar masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar empat jam 15 menit. Lamanya proses penanganan karena petugas harus memastikan seluruh titik api dan bara di sekitar lokasi benar-benar padam.
Berdasarkan laporan sementara BPBD Aceh Timur, penyebab kebakaran diduga akibat kebocoran minyak. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
BPBD Aceh Timur memastikan petugas tetap memantau lokasi kebakaran setelah proses pemadaman selesai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi aman dan mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas berkaitan dengan minyak. Terutama di kawasan yang terdapat bangunan atau fasilitas yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap penggunaan dan penyimpanan minyak maupun bahan mudah terbakar. Jika menemukan kebocoran atau kondisi berpotensi menimbulkan kebakaran, segera lakukan pengamanan dan laporkan kepada petugas,” imbau Syahrizal.









