Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz Dunia

Joe Samalanga by Joe Samalanga
03/07/2026
in Nanggroe
0
Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz  Dunia

JAKARTA – Di saat isu geopolitik dan identitas budaya menjadi perhatian dunia, grup ethno-jazz asal Aceh, Keubitbit, justru memilih menjawabnya melalui musik. Ensemble yang dipimpin Safrullah (Aloel) itu akan mengibarkan marwah Aceh di Niagara Jazz Festival 2026 di Kanada, salah satu festival jazz dan world music bergengsi di Amerika Utara.

Keubitbit dijadwalkan tampil sebagai salah satu penampil utama dalam program World Music on the Beach selama dua hari, 4–5 Juli 2026. Rombongan berangkat ke Kanada pada 3 Juli dan kembali ke Indonesia pada 8 Juli 2026.

Undangan ini menjadi pencapaian internasional keenam yang diraih Keubitbit dalam tiga tahun terakhir, sekaligus menegaskan posisi mereka sebagai duta musik kultural Aceh yang semakin diperhitungkan di panggung dunia.

Namun, Keubitbit tidak datang hanya untuk memainkan musik. Mereka membawa sebuah manifesto budaya bertajuk “Akulah Malaka Itu”, sebuah karya yang mengangkat Selat Malaka sebagai simbol peradaban dunia sekaligus menegaskan posisi Aceh sebagai gerbang sejarah yang selama berabad-abad mempertemukan bangsa, agama, budaya, dan perdagangan internasional.

Melalui penggalan lirik, “Akulah Malaka yang teduh menopang bahtera dunia, salamku nahkoda. Tambatkan cinta, tepat di nadi zamrud khatulistiwa,” Keubitbit mengajak dunia melihat Aceh bukan sekadar wilayah di ujung Sumatra, tetapi sebagai ruang lahirnya nilai-nilai perdamaian, keterbukaan, dan kemanusiaan.

Bagi Keubitbit, ketika dunia dilanda konflik dan krisis identitas, Aceh memiliki warisan budaya yang mampu menjadi pesan perdamaian bagi peradaban global.

Di balik keberangkatan tersebut tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Keterbatasan dukungan menjelang keberangkatan nyaris menggagalkan misi budaya ini. Harapan kemudian hadir melalui solidaritas Diaspora Global Aceh.

Berawal dari komunikasi Aloel dengan Ketua Diaspora Global Aceh Chapter Skandinavia, Sayutinur, jaringan diaspora Aceh di berbagai negara bergerak bersama. Di bawah koordinasi Mustafa Abubakar, mereka bahu-membahu memastikan Keubitbit dapat tampil membawa nama Aceh di panggung dunia.

Keberangkatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Surya Darma, yang menilai misi tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kehormatan budaya Aceh.

Komitmen pemerintah pusat juga terlihat melalui dukungan Kementerian Kebudayaan RI sebagai sponsor utama. Dukungan tersebut diperkuat oleh sejumlah perusahaan nasional, di antaranya PT Mifa, PT BEL, PT Jamkrindo, Bank Syariah Indonesia (BSI), Peruri, dan MDB.

Selain itu, musisi nasional seperti Kadri Mohamad dan Yovie Widianto turut memberikan dukungan moral. Sementara musisi legendaris Aceh Rafly Kande terus mendampingi Keubitbit sebagai mentor dalam perjalanan regenerasi musik budaya Aceh.

Di tengah besarnya dukungan nasional dan internasional, masih ada catatan yang mengundang perhatian. Hingga menjelang keberangkatan, dukungan konkret dari Pemerintah Aceh dinilai belum sebanding dengan prestasi yang telah diukir Keubitbit.

Padahal, saat ini Keubitbit merupakan salah satu kelompok musik Aceh yang paling konsisten membawa identitas budaya daerah ke forum internasional. Mereka tidak hanya tampil, tetapi juga memperkenalkan sejarah, adat, dan nilai-nilai Aceh kepada masyarakat dunia melalui karya-karya musikal.

Penampilan di Niagara Jazz Festival menjadi bukti bahwa diplomasi budaya tidak selalu lahir dari ruang-ruang kekuasaan. Ia juga dapat lahir dari kreativitas seniman, kekuatan komunitas, dan solidaritas diaspora yang percaya bahwa budaya adalah wajah sebuah bangsa.

Dari tepian Selat Malaka hingga pesisir Niagara, Keubitbit akan memperdengarkan satu pesan yang sama: Aceh tidak hanya memiliki sejarah besar, tetapi juga masa depan besar di panggung kebudayaan dunia.[]

Previous Post

Pelaku Usaha Emas di Abdya Kembali Salurkan Zakat melalui Baitul Mal

Next Post

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

Next Post
IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

IDeAS Desak Audit Forensik Tiga BUMD Aceh, Soroti Anjloknya Bank Aceh Syariah dan Tertutupnya Laporan PT PEMA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketua TP PKK Salurkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

Ketua TP PKK Salurkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

22/08/2026
Ohku, Negara Rugi Rp1 Triliun akibat Penyalahgunaan BBM di Aceh

Ohku, Negara Rugi Rp1 Triliun akibat Penyalahgunaan BBM di Aceh

22/08/2026
Pemerintah Aceh Usulkan Minyak Nilam jadi Komoditas Sistem Resi Gudang

Pemerintah Aceh Usulkan Minyak Nilam jadi Komoditas Sistem Resi Gudang

22/08/2026
Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Ajak Siswa SDN 7 Lut Tawar Tanamkan Sikap Toleransi Sejak Dini

Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Ajak Siswa SDN 7 Lut Tawar Tanamkan Sikap Toleransi Sejak Dini

22/08/2026
Ketua PGRI Simeulue Minta Kepada Pemerintah Angkat PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh

Ketua PGRI Simeulue Minta Kepada Pemerintah Angkat PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh

22/08/2026

Terpopuler

Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz  Dunia

Keubitbit Guncang Kanada, Bawa Marwah Aceh ke Panggung Jazz Dunia

03/07/2026

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Nyan, 514 ASN Pidie Jaya Dipetakan, Karier Kini Diuji: Kompetensi atau Kedekatan?

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

Krak, Kapolda-Wakapolda dapat Pin Emas Kapolri Usai Tangani Pengibaran Bulan Bintang di Hari Damai Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com