Langsa – Universitas Samudra (Unsam) membekali sekaligus melepas 577 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2026 yang akan mengabdi di Kabupaten Aceh Timur. Mengusung tema “Sinergi Civitas Akademika dalam Akselerasi Pemulihan Pascabencana”, program ini menjadi bagian dari komitmen Unsam dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat melalui pengabdian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan berlangsung di Gedung Multiguna Unsam.
Program KKN akan dilaksanakan pada 13 Juli hingga 12 Agustus 2026 di 50 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Sebelum menuju lokasi pengabdian, mahasiswa akan diserahterimakan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur pada Senin, 13 Juli 2026, di Kantor Bupati Aceh Timur.
Rektor Unsam, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikososial anak-anak di wilayah terdampak bencana. Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya melaksanakan program pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan kegiatan edukatif yang mampu membangkitkan semangat belajar, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mengenalkan sains dan teknologi melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.
“Anak-anak di daerah terdampak bencana membutuhkan motivasi agar tetap memiliki harapan dan semangat untuk meraih masa depan. Mahasiswa diharapkan hadir memberikan pendampingan, menanamkan nilai-nilai positif, serta mengenalkan sains dan teknologi melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra, Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si., melaporkan bahwa sebanyak 577 mahasiswa dari berbagai program studi akan diterjunkan ke lokasi KKN sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing desa.
Ia menjelaskan bahwa penempatan mahasiswa dirancang agar program kerja yang dilaksanakan mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam mendukung proses pemulihan pascabencana, pemberdayaan masyarakat, penguatan pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pengembangan potensi desa.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta KKN oleh Rektor kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol dimulainya pengabdian di tengah masyarakat. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peusijuek, tradisi adat Aceh yang sarat makna sebagai ungkapan doa, harapan, dan restu agar seluruh peserta diberikan keselamatan, kelancaran, serta keberhasilan selama menjalankan pengabdian di desa.
Melalui KKN Periode II Tahun 2026, Unsam berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana yang berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta memperkuat ketahanan sosial di wilayah pengabdian.










