Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Jaya: Musikalisasi Puisi Harus Menyelamatkan Ruh Puisi, Bukan Sekadar Festival

Joe Samalanga by Joe Samalanga
12/07/2026
in Nanggroe
0
Jaya: Musikalisasi Puisi Harus Menyelamatkan Ruh Puisi, Bukan Sekadar Festival

BANDA ACEH – Musikalisator Puisi ASAL Aceh, dan pelopor musikalisasi puisi Aceh, Rahmad Sanjaya, menilai perkembangan musikalisasi puisi di Aceh mengalami perubahan besar dalam dua dekade terakhir. Menurutnya, lahirnya berbagai konsep dan gaya baru merupakan perkembangan yang positif, namun jangan sampai menghilangkan tujuan utama musikalisasi puisi, yakni menghidupkan dan menyelamatkan puisi itu sendiri.

Dalam wawancara menjelang peringatan Hari Puisi Nasional, Jaya mengatakan bahwa generasi muda kini semakin berani membangun konsep dan karakter masing-masing dalam menggarap musikalisasi puisi.

“Hari ini iklim musikalisasi puisi sudah berubah. Ada yang mengembangkan konsep orisinal, ada yang memanfaatkan teknologi seperti AI, dan setiap kelompok memiliki gaya sendiri. Itu perkembangan yang positif,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembaruan tersebut tidak boleh menghilangkan ruh puisi. Menurutnya, musikalisasi puisi bukan sekadar menjadikan puisi sebagai lagu, melainkan sebuah komposisi yang mampu memperkuat makna dan jiwa puisi.

“Kalau dulu yang diutamakan adalah ruh puisinya. Sekarang banyak yang lebih mengejar kuantitas atau kepentingan festival. Padahal tujuan utama musikalisasi puisi adalah menyelamatkan puisi agar tidak dilupakan,” katanya.

Jaya juga menyoroti masih minimnya pemahaman terhadap konsep musikalisasi puisi, termasuk dalam penyelenggaraan festival yang sering kali dinilai hanya dari sisi sastra atau musik semata.

“Musikalisasi puisi adalah sebuah komposisi. Bukan sekadar menyanyikan puisi menjadi lagu, tetapi bagaimana musik mampu menghidupkan makna puisi itu sendiri,” jelasnya.

Selama 37 tahun berkarya, Jaya mengaku telah menggarap lebih dari 3.300 karya musikalisasi puisi. Sebagian besar aransemen dibuat sendiri dengan berbagai pendekatan musikal, mulai dari balada, pop hingga jazz.

“Semuanya saya buat dengan nuansa yang berbeda-beda. Ada yang balada, ada yang pop, ada yang jazz. Saya ingin setiap puisi memiliki karakter musikalnya sendiri,” ungkapnya.

Meski memiliki pengalaman panjang, Jaya mengakui dokumentasi karya-karyanya masih sangat terbatas. Banyak karya yang hanya tersimpan dalam ingatan karena tidak sempat direkam secara baik.

Ia juga menilai tantangan terbesar saat ini bukan pada proses berkarya, melainkan semakin berkurangnya perhatian terhadap musikalisasi puisi sebagai gerakan kebudayaan.

“Motivasi untuk mengembangkan musikalisasi puisi memang menurun. Banyak yang memandang puisi hanya sebagai lirik lagu, padahal konsep musikalisasi puisi jauh lebih luas dari itu,” ujarnya.

Karena itu, Jaya berharap pemerintah kembali memberi perhatian serius melalui pelatihan, pembinaan, festival, serta program khusus yang berkelanjutan bagi generasi muda.

“Pemerintah sebenarnya sudah pernah membuat pelatihan dan festival, tetapi volumenya masih sangat sedikit. Ke depan harus ada program khusus agar musikalisasi puisi terus hidup,” katanya.

Menurut Jaya, sejak sekitar tahun 2004 konsep musikalisasi puisi di Indonesia berkembang sangat beragam. Di Aceh sendiri, ia melihat setidaknya ada dua pendekatan yang dominan, yaitu menjadikan puisi sepenuhnya sebagai lagu, dan pendekatan yang tetap memadukan pembacaan puisi, musik, serta nyanyian dalam satu pertunjukan.

“Biarkan setiap seniman mencari gayanya sendiri. Yang terpenting, musikalisasi puisi tetap menjaga ruh puisi dan menjadi ruang untuk menghidupkan karya sastra, bukan sekadar mengejar panggung atau perlombaan,” tutupnya.[]

Previous Post

Ohku, Empat PKS di Aceh Barat Masih Beli Sawit Petani di Bawah Harga Pemerintah

Next Post

Bupati Abdya Lepas Persada Abdya U-17 ke Piala Soeratin Bireuen

Next Post
Bupati Abdya Lepas Persada Abdya U-17 ke Piala Soeratin Bireuen

Bupati Abdya Lepas Persada Abdya U-17 ke Piala Soeratin Bireuen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Spanduk Protes Menjamur di Jantho, YARA Sebut Mosi Tidak Percaya Warga ke Pemkab Aceh Besar

Spanduk Protes Menjamur di Jantho, YARA Sebut Mosi Tidak Percaya Warga ke Pemkab Aceh Besar

07/09/2026
SMAN 1 Julok Miliki 9 Program Unggulan dengan Singkatan Menarik

SMAN 1 Julok Miliki 9 Program Unggulan dengan Singkatan Menarik

07/09/2026
Hadi Karisman Resmi Pimpin BM PAN Abdya: Generasi Muda Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

Hadi Karisman Resmi Pimpin BM PAN Abdya: Generasi Muda Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

07/09/2026
Tim Siswa SMKN 1 Labuhanhaji Raih Juara Satu di Ajang Turnamen Futsal

Tim Siswa SMKN 1 Labuhanhaji Raih Juara Satu di Ajang Turnamen Futsal

07/09/2026
HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

07/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Jaya: Musikalisasi Puisi Harus Menyelamatkan Ruh Puisi, Bukan Sekadar Festival

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com