MEUREUDU – Sebanyak 90 anak dari keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Pidie Jaya resmi diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat di Kabupaten Bireuen, Senin 13 Juli 2026.
Langkah tersebut bukan sekadar memindahkan peserta didik ke tempat belajar, tetapi menjadi ikhtiar pemerintah menghadirkan pendidikan sebagai jalan keluar dari lingkaran kemiskinan yang selama ini membelenggu sebagian masyarakat.
Program tersebut dijalankan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Sosial P3A sebagai tindak lanjut arahan Bupati Pidie Jaya dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat.
Seluruh peserta merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga kategori Desil 1, kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ke-90 peserta berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Selama kurang lebih satu tahun mereka akan menempuh pendidikan di Kabupaten Bireuen, sembari menunggu pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Pidie Jaya.
Bagi sebagian besar peserta, kesempatan tersebut menjadi pengalaman pertama memperoleh pendidikan dengan fasilitas yang lebih memadai. Program tersebut diharapkan mampu menghapus hambatan ekonomi yang selama ini menjadi penyebab tingginya risiko putus sekolah, rendahnya kualitas pendidikan, hingga terbatasnya peluang untuk memperbaiki taraf hidup keluarga.
Plt. Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Pidie Jaya, Azharyadi, S.Pi., MM, (Ari Khan) mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan kemiskinan tidak lagi menjadi alasan bagi seorang anak kehilangan hak memperoleh pendidikan.
“Program ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak. Kami ingin mereka memperoleh pendidikan yang layak, membangun karakter, mengembangkan kemampuan, dan kelak mampu mengubah masa depan keluarga mereka melalui pendidikan,” ujar Ari Khan.
Ia menambahkan, Dinas Sosial akan terus melakukan pendampingan terhadap para peserta selama mengikuti pendidikan agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menyelesaikan proses belajar dengan baik.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi mengingatkan para peserta agar menjadikan kesempatan tersebut sebagai titik awal perubahan hidup. Ia meminta seluruh siswa belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, menghormati guru, serta tetap memegang teguh nilai-nilai agama dan akhlak.
“Anak-anak Sekolah Rakyat adalah calon pemimpin masa depan. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga kurang mampu. Jadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk berprestasi. Dengan ilmu, akhlak, kerja keras, dan doa, Insyaallah kalian akan menjadi generasi yang mampu mengangkat derajat keluarga dan membangun Kabupaten Pidie Jaya,” pesan Bupati.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Selama ini, keterbatasan akses pendidikan menjadi salah satu faktor yang membuat kemiskinan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Melalui pendidikan yang berkualitas, negara berupaya membuka ruang mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga miskin agar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Keberangkatan 90 peserta dari Pidie Jaya ini menjadi langkah awal menuju lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemandirian, serta daya saing.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan menjadi tolok ukur sejauh mana pendidikan mampu menjadi instrumen paling efektif dalam mengubah kehidupan masyarakat sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di Daerah.[Mul]









