Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Ohku, Sawah Mati di Depan Kantor Bupati Jadi Ujian Nyata Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya

redaksi by redaksi
13/07/2026
in Lintas Timur
0
Ohku, Sawah Mati di Depan Kantor Bupati Jadi Ujian Nyata Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya

MEUREUDU – Di tengah berbagai pernyataan pemerintah mengenai percepatan pemulihan pascabanjir, satu hamparan sawah di Kabupaten Pidie Jaya masih menyampaikan pesan yang berbeda.

Seluas sekitar satu hektare lebih lahan pertanian di kawasan Simpang Tiga, hanya sekitar 10 meter dari Kompleks Perkantoran Bupati Pidie Jaya, tepat di bawah jembatan layang, bahkan di belakang kantor dinas pertanian hingga pertengahan 2026 belum juga dapat ditanami sejak diterjang banjir besar pada akhir 2025.

Lumpur yang masih menutupi lahan dan belum pulihnya fungsi sawah menjadi pemandangan kontras dengan aktivitas pemerintahan yang berlangsung setiap hari di seberangnya. Bagi masyarakat, hamparan itu bukan sekadar sawah yang rusak, melainkan simbol bahwa pemulihan pascabencana belum sepenuhnya menyentuh sektor yang menjadi sumber penghidupan warga.

Data resmi pascabencana menunjukkan kerusakan lahan pertanian di Pidie Jaya mencapai 1.507,60 hektare, terdiri atas 396,10 hektare rusak berat, 1.111,50 hektare rusak sedang, dan 11,50 hektare rusak ringan. Kerusakan tersebut bukan hanya menghilangkan musim tanam, tetapi juga menghilangkan pendapatan ratusan keluarga petani yang bergantung pada hasil sawah.

Hingga kini, belum seluruh lahan terdampak berhasil dipulihkan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas rehabilitasi sektor pertanian dan seberapa besar perhatian pemerintah terhadap pemulihan aset produktif masyarakat dibandingkan penanganan jangka pendek.

Pengamat ekonomi dan sosial Pidie Jaya, Yudi Rhieng mengatakan keberhasilan penanganan pascabanjir tidak dapat diukur hanya dari jumlah bantuan sosial yang telah disalurkan.

“Bantuan stimulan dan jatah hidup memang penting untuk kondisi darurat. Tetapi bantuan itu tidak menggantikan penghasilan petani yang hilang. Selama sawah belum dapat ditanami, pemulihan ekonomi belum benar-benar terjadi,” kata Yudi

Menurut Yudi, fokus pemerintah seharusnya bergeser dari bantuan konsumtif menuju pemulihan infrastruktur pertanian, mulai dari normalisasi saluran irigasi, pengerukan sedimentasi, hingga perbaikan drainase yang menjadi syarat utama agar sawah kembali produktif.

Ia menilai keterlambatan rehabilitasi lahan berpotensi menimbulkan dampak berantai, mulai dari hilangnya pendapatan petani, terganggunya produksi pangan, hingga melambatnya perputaran ekonomi di pedesaan.

Yang paling menyita perhatian, lanjut Yudi, adalah lokasi sawah yang belum pulih tersebut berada tepat di depan pusat pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya.

“Lahan ini setiap hari dilalui pejabat daerah. Karena itu masyarakat tentu berharap penyelesaiannya juga menjadi perhatian utama. Ketika sawah yang paling terlihat saja belum kembali produktif, muncul pertanyaan mengenai bagaimana progres rehabilitasi di lokasi lain yang lebih jauh,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemulihan pascabencana bukan terletak pada banyaknya bantuan yang telah disalurkan, melainkan pada kembalinya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Petani tidak ingin bergantung pada bantuan. Mereka ingin kembali mengolah sawahnya sendiri. Ketika padi kembali ditanam dan hasil panen kembali diperoleh, di situlah pemulihan benar-benar bisa dikatakan berhasil,” tegas Yudi.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya Muhammad Nur mengatakan pemerintah saat ini sedang melakukan pembersihan saluran irigasi di Gampong Beurawan.

“Saat ini sedang dalam proses pembersihan saluran irigasi di Gampong Beurawan. Insya Allah dalam tahun ini petani sudah bisa kembali menanam padi,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (13/7).

Pernyataan tersebut memberi harapan bagi para petani. Namun, hingga rehabilitasi benar-benar selesai dan sawah kembali menghasilkan, hamparan lahan yang masih terbengkalai di depan Kantor Bupati akan tetap menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabanjir belum sepenuhnya selesai.[Mul]

Previous Post

Kakanwil Kemenag: Matamuda Bukan Sekedar Penyambutan Siswa Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Sawah Mati di Depan Kantor Bupati Jadi Ujian Nyata Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya

Ohku, Sawah Mati di Depan Kantor Bupati Jadi Ujian Nyata Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya

13/07/2026
Kakanwil Kemenag: Matamuda Bukan Sekedar Penyambutan Siswa Baru

Kakanwil Kemenag: Matamuda Bukan Sekedar Penyambutan Siswa Baru

13/07/2026
Nyan, 90 Anak Miskin Ekstrem Pidie Jaya Dikirim ke Sekolah Rakyat

Nyan, 90 Anak Miskin Ekstrem Pidie Jaya Dikirim ke Sekolah Rakyat

13/07/2026
Polres Aceh Timur Selidiki Penemuan Jenazah Bayi di Simpang Ulim

Polres Aceh Timur Selidiki Penemuan Jenazah Bayi di Simpang Ulim

13/07/2026
Satpol PP dan WH Perkuat Pengawasan Syariat Islam di Objek Wisata Mata Ie

Satpol PP dan WH Perkuat Pengawasan Syariat Islam di Objek Wisata Mata Ie

13/07/2026

Terpopuler

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

Bupati Pidie Jaya Minta Pendataan BSPS 2026 Tanpa Titipan, Akurasi Data Jadi Penentu Bantuan Bedah Rumah

12/07/2026

‘Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah’ Harinya Anak Yatim Mengenang Sosok Ayah

Cut Intan Arifah Ditunjuk Pimpin Koperasi Aceh Meusaho Sejahtera

Pemerintah Aceh Beri Fleksibilitas Kerja ASN untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com