Objek wisata Air Terjun Ie Mirah yang berada di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, pernah menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan yang membanggakan daerah. Keindahan air terjun yang berpadu dengan kolam pemandian alami menjadikan kawasan ini sebagai magnet bagi wisatawan, baik dari Aceh Selatan maupun dari luar daerah.
Pada masa kejayaannya, kawasan wisata ini selalu dipadati pengunjung yang ingin menikmati kesegaran air pegunungan, bersantai bersama keluarga, hingga menghabiskan waktu libur di tengah keindahan alam yang masih asri. Air Terjun Ie Mirah bahkan dikenal sebagai salah satu surga tersembunyi yang dimiliki Aceh Selatan.
Namun, kondisi tersebut kini tinggal kenangan. Kawasan wisata yang dahulu ramai kini tampak terbengkalai. Semak belukar tumbuh di berbagai sudut lokasi, sementara kolam pemandian yang dulunya menjadi daya tarik utama dibiarkan tanpa perawatan. Suasana yang dahulu hidup kini berubah sunyi, seolah menandakan bahwa objek wisata ini telah kehilangan perhatian.
Padahal, jika dikelola dengan baik, Air Terjun Ie Mirah memiliki potensi besar untuk kembali menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah nyata untuk melakukan penataan, perawatan, dan pengembangan kawasan wisata Air Terjun Ie Mirah. Jangan sampai salah satu aset wisata terbaik Aceh Selatan ini terus terbengkalai hingga akhirnya hilang ditelan waktu.
Pelestarian destinasi wisata bukan hanya menjaga keindahan alam, tetapi juga menjaga warisan daerah yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
“Sangat disayangkan melihat kondisi Air Terjun Ie Mirah saat ini. Dahulu tempat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi saya. Saya pernah berkunjung ke sini beberapa tahun lalu, dan suasananya begitu indah dengan panorama pegunungan yang asri, air terjun yang jernih, serta kolam pemandian yang menjadi favorit para pengunjung. Namun, pada tahun 2026 kondisinya justru terbengkalai tanpa perawatan.”
“Ini tentu sangat memprihatinkan, karena objek wisata yang pernah menjadi kebanggaan Aceh Selatan kini perlahan kehilangan pesonanya,” ujar Syahrul Amin, Kader PMII Aceh.











