Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Ketiadaan Biaya, Kepala SMAN 1 Madat Jemput Siswa Putus Sekolah Anak Mantan Kombatan GAM

redaksi by redaksi
24/07/2026
in Lintas Timur
0
Ketiadaan Biaya, Kepala SMAN 1 Madat Jemput Siswa Putus Sekolah Anak Mantan Kombatan GAM

IDI – Kepala SMA Negeri 1 Madat Kabupaten Aceh Timur, menjemput salah seorang siswa yang ekonominya tidak mampu bersekolah.

Siswa tersebut merupakan anak mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sekedar membeli pakaian dan perlengkapan sekolah tidak mampu.

Kepala sekolah beinisiatif menyekolahkan anak tersebut untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Madat, Rinakhairani SPd kepada media ini, Jum’at (24/7/2026) saat anak mantan kombatan tidak mampu melanjutkan pendidikan yang bernama Riski Ramadhan.

Rina menjelaskan, Keterbatasan ekonomi memaksa Riski lulusan SMP Negeri 1 Pante Bidari mengurungkan niat melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Riski merupakan anak sulung dari Rusdi (45), yang juga dikenal dengan sapaan lak India, seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Setelah lulus pada 2026, ia belum dapat melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarga yang dinilai tidak memungkinkan,” ujar Rina.

Katanya, di rumah sederhana yang kini ditempati keluarganya, seragam kelulusan SMP milik Riski masih tergantung di dinding. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat Riski hanya bisa menyaksikan teman-teman seusianya melanjutkan sekolah.

Rina mengungkapkan, menurut pengakuan Rusdi ayah Riski menceritakan, saat ini sudah tidak mampu bekerja secara maksimal. Mantan tukang bangunan itu mengatakan kondisi kesehatannya yang menurun membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jangankan untuk biaya sekolah Riski, untuk makan kami sehari saja susah. Seringkali sehari kami hanya makan sekali,” kata Rusdi.

Dikatakannya, kondisi keluarganya semakin berat setelah sekitar enam bulan lalu istrinya, Marlina mengajukan gugatan cerai dan kemudian menikah dengan pria lain.

Menurut Rusdi, perpisahan itu dipicu oleh persoalan ekonomi keluarga dan adanya pihak ketiga.

Rusdi menuturkan, akibat kondisi tersebut, anak keduanya Riski yang sebelumnya menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren, memutuskan pulang ke rumah untuk membantu mengurus adik-adiknya.

Rusdi mengatakan, Riski kini menggantikan peran ibunya dalam merawat tiga adiknya, yakni Muhammad Saddam, Mulia Ananda, dan Raysa Adelia.

“Riski terpaksa pulang. Di rumah ini tidak ada lagi yang mengurus adik-adik kalau bukan dia,” ungkapnya.

Rusdi menyebutkan, selain menghadapi persoalan ekonomi, keluarganya juga kehilangan rumah akibat banjir besar yang melanda pada bulan November 2025 lalu.

“Saat ini saya bersama anak-anaknya tinggal menumpang di rumah ibunya yang berada di Dusun Gelugur, Desa Paya Demam Dua, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur,” ucapnya.

Rusdi mengaku, kondisi tersebut membuatnya tidak lagi memiliki tempat tinggal sendiri maupun sumber penghasilan yang memadai untuk membiayai kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan anak-anaknya.

Ia berharap, sebagai mantan kombatan GAM anak-anaknya dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan. Namun, keterbatasan ekonomi membuat harapan tersebut belum dapat terwujud.

“Kami sudah berjuang dulu demi tanah Aceh tercinta ini. Tapi sekarang siapa yang mau peduli pada nasib anak-anak saya?,” ucapnya lagi.

Mendengar kisah pilu yang diceritakan Rusdi. Rina berinisiatif memasukkan Riski ke SMA Negeri 1 Madat.

“Alhamdulillah, Riski saat ini sudah bersekolah dan semua pakaiannya berupa baju seragam, baju olahraga sera baju batik serta perlengkapan sekolah lainnya sudah ditanggung secara gratis oleh pihak sekolah,” kata Rina.

Ditambahkannya, untuk transportasi pulang pergi ke sekolah, ia telah berkoordinasi dengan salah seorang guru yang berdomisili di Pante Bidari.

“Alhamdulillah guru tersebut bersedia memberikan tumpangan dengan menggunakan motor. Untuk transportasi Riskai sudah teratasi asalkan dia bisa bersekolah,” imbuh Rina.

Tepisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Rahmatsah Putra SPd MSM, menyampaikan, inisiatif yang diambil kepala SMA Negeri 1 Madat sangat tepat untuk membantu siswa putus sekolah.

“Saya sebagai Kacabdisdik Kabupaten Aceh Timur memberikan apresiasi yang dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 Madat, untuk menyelamatkan generasi bangsa karena ketiadaan ekonomi,” ucap Rahmatsah.

Ia mengungkapkan, akan bersedia mengulurkan tangan untuk membatu Riski dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, sehingga putra dari Aceh Timur mendapatkan pendidikan yang layak.

Ditambahkannya, kisah keluarga Rusdi menggambarkan tantangan yang masih dihadapi sebagian masyarakat dalam mengakses pendidikan akibat faktor ekonomi.

“Mereka berharap ada perhatian dari pihak terkait agar anak-anak yang mengalami kondisi serupa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan,” pungkas Rahmatsah.

Previous Post

DPRK Pidie Terima Laporan Pertanggungjawaban untuk APBK 2026

Next Post

HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

Next Post
HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

YARA Desak Kapolda Aceh Copot Wakapolres Aceh Selatan

YARA Desak Kapolda Aceh Copot Wakapolres Aceh Selatan

24/07/2026
Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

24/07/2026
Kemenag Siap Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh

Kemenag Siap Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh

24/07/2026
Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

24/07/2026
Pulau Idaman di Aceh Timur Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Pulau Idaman di Aceh Timur Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

24/07/2026

Terpopuler

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

24/07/2026

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Ketiadaan Biaya, Kepala SMAN 1 Madat Jemput Siswa Putus Sekolah Anak Mantan Kombatan GAM

Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

Ramlan, Pemilik Toko Emas Baru Serahkan Zakat Tijarah ke Baitul Mal Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com