Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyiagakan satu rakit darurat untuk memudahkan masyarakat dan pelajar di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen yang terkendala sarana setelah jembatan gantung di kawasan ini rusak, akibat banjir bandang.
“Rakit ini kita pasangkan pada katrol yang terikat pada tali kabel baja, agar masyarakat dapat melintasi sungai tanpa khawatir bahaya,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Ronal di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Sabtu.
Ia menjelaskan mekanisme penyeberangan memanfaatkan dorongan arus sungai secara terukur, sehingga aman digunakan untuk mobilitas warga maupun anak-anak sekolah. Kawasan tersebut salah satu daerah yang terdampak banjir bandang pada tahun lalu.
Ia mengatakan penyiapan rakit penyeberangan darurat secara langsung itu, demi menjamin mobilitas warga dan anak-anak sekolah dasar (SD) di wilayah tersebut agar tetap aman dan nyaman.
Sebelumnya, warga dan para siswa terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan sisa-sisa jembatan kabel ayun yang berisiko terhadap keselamatan.
Dia menjelaskan armada darurat berukuran sekitar empat meter tersebut, dirancang khusus dengan mengombinasikan drum plastik, pelat besi, dan lantai kayu yang kokoh.
“Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek agar akses vital pendidikan dan ekonomi masyarakat Sikundo tidak terputus total,” demikian Teuku Ronal.










