Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

redaksi by redaksi
16/08/2026
in Opini
0
Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Oleh: Saipul Husnifin. Mantan Ulee Bintara Sagoe Kuta Malaka

Sudah 21 tahun sejak 15 Agustus 2005, MoU Helsinki ditandatangani, tembakan berhenti.  Darah berhenti mengalir, Aceh berdamai.

Tapi damai itu hari ini terasa pahit bagi sebagian orang.

Veteran yang dilupakan

Dulu mereka turun ke hutan bawa senjata, tidur di gunung dan bertarung atas nama yang mereka yakini.
Hari ini, setelah damai, mereka disebut “veteran GAM” (Kombatan).

Tapi beda dengan veteran TNI/Polri. Veteran GAM tidak ada gaji, tidak ada tunjangan, tidak ada jaminan kesehatan.
Usia sudah 50-60 tahun, badan sudah tidak kuat kerja berat. Tapi tiap bulan tetap harus mikir beras.

Pertanyaannya: Salahkah mereka memperjuangkan apa yang mereka yakini dulu?
Dan salahkah negara menepati janji mensejahterakan mereka pasca damai?

MoU Helsinki poin 2.3 jelas bicara soal reintegrasi. Dana triliunan sudah digelontorkan. Tapi sampai hari ini, banyak mantan kombatan masih jadi buruh, tukang, bahkan sudah sakit menahun.

Korban yang dijadikan panggung

Sementara itu, korban konflik, janda, anak yatim syuhada dan orang tua yang kehilangan anak. Tiap menjelang pemilu, nama mereka disebut. Air mata mereka diwawancarai. Foto mereka diupload.

Tapi setelah kamera mati, setelah orasi selesai, mereka kembali ke rumah reyot. Bantuan datang setahun sekali, beasiswa anak tidak jelas. Trauma tidak pernah diobati.

Korban konflik berubah fungsi. Dari manusia, jadi “alat politik”. Dipakai untuk naik panggung, dipakai untuk rebut kursi dan dipakai untuk minta simpati.
Setelah itu? Dilupakan lagi.

Damai yang tidak adil

Damai bukan hanya soal tidak ada tembakan. Damai adalah ketika mantan lawan duduk sama-sama sejahtera.
Damai adalah ketika luka korban diobati, bukan diobral.

21 tahun sudah, Aceh sudah punya dana otsus, punya pemerintah sendiri, punya partai lokal. Tapi kenapa “PR” paling dasar ini belum selesai?
Jangan sampai nanti anak cucu kita bertanya:
“Damai itu untuk siapa?”

Kepada pemerintah Aceh dan Pusat, tunaikan janji, fata ulang Kombatan, buat skema jaminan hidup. Jangan pilih-pilih.
Kepada partai dan elit, jangan lagi jual air mata korban, kalau peduli, buktikan dengan program, bukan spanduk.

Kepada kita semua: Perdamaian itu mahal, jangan kita rusak hanya karena ego dan kepentingan 5 tahunan.

21 tahun damai. Cukup sudah air mata.
Saatnya keadilan.

Abdya, 16 Agustus 2026

Previous Post

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Next Post

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Next Post
Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2]

01/10/2026
STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan UniSZA Perkuat Kerja Sama Internasional

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan UniSZA Perkuat Kerja Sama Internasional

01/10/2026
Gedung SMP Unggul Pidie Jaya Akan Dipinjamkan untuk Sekolah Rakyat, DPRK Sorot Kelayakan

Gedung SMP Unggul Pidie Jaya Akan Dipinjamkan untuk Sekolah Rakyat, DPRK Sorot Kelayakan

01/10/2026
2,82 Juta Benur Digelontorkan, Sibral Pacu Tambak Pidie Jaya Bangkit Usai Bencana

2,82 Juta Benur Digelontorkan, Sibral Pacu Tambak Pidie Jaya Bangkit Usai Bencana

01/10/2026
APBK-P Pidie Jaya Tembus Rp1,02 Triliun, Nazaruddin Sorot Jalan Rawasari–Peuduek

APBK-P Pidie Jaya Tembus Rp1,02 Triliun, Nazaruddin Sorot Jalan Rawasari–Peuduek

01/10/2026

Terpopuler

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

16/08/2026

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

IMM Lakukan Aksi Dorong Motor, Buntut Kelangkaan BBM di Abdya

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com