Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Adi Samridha: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Samadua Tolak Tambang

redaksi by redaksi
17/08/2026
in Lintas Barat Selatan
0
Adi Samridha: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Samadua Tolak Tambang

TAPAKTUAN – Pemerintah dan perusahaan pertambangan diminta menghormati sikap warga tiga mukim di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, yang secara terbuka menolak aktivitas pertambangan di wilayah mereka.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, Adi Samridha, mengatakan penolakan warga tidak boleh diabaikan karena lahir dari pertimbangan terhadap lingkungan dan sumber penghidupan yang selama ini mereka andalkan.

“Pemerintah dan perusahaan harus menghormati sikap warga yang tidak ingin ada tambang di wilayah mereka,” kata Adi Samridha, Senin (17/8/2026).

Menurut Adi, penolakan warga memiliki alasan dan argumentasi yang kuat. Selama ini masyarakat telah hidup dan memperoleh penghasilan dari kondisi alam yang masih relatif terjaga. Hasil kebun dan alam seperti durian, pala serta komoditas lainnya menjadi bagian dari sumber ekonomi masyarakat.

“Tentunya sebagai pemilik wilayah, masyarakat sudah nyaman hidup dengan kondisi alamiahnya. Warga juga merasa cukup secara ekonomi dengan hasil alam yang sudah ada sekarang,” ujar anggota Fraksi Partai Aceh tersebut.

Tambang Dinilai Rakus Ruang

Adi menilai investasi ekstraktif seperti pertambangan memiliki kebutuhan ruang yang besar dan berpotensi mengubah bentang alam. Perubahan tersebut, menurut dia, dapat membawa dampak terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pertambangan.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana aktivitas pertambangan selama ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tambang pasti akan menghadirkan banyak kemudharatan dibandingkan kemanfaatan yang diterima warga. Jadi wajar warga menolak dan sikap itu harus kita hargai,” katanya.

Adi kemudian merujuk data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2023 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data tersebut, sektor pertambangan dan penggalian disebut tidak memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja di Aceh.

Sektor pertambangan dan penggalian hanya menyerap sekitar 0,96 persen tenaga kerja di Aceh. Angka tersebut jauh di bawah sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan yang menjadi salah satu sektor utama penyerapan tenaga kerja.

Sektor pertanian sendiri menyerap sekitar 38,68 persen tenaga kerja di Aceh. Sementara sektor perdagangan besar dan eceran menyerap sekitar 7,30 persen dan penyediaan akomodasi serta makan minum sebesar 5,58 persen.

Bagi Adi, data tersebut menunjukkan bahwa pertambangan dan penggalian bukan sektor yang dapat dijadikan andalan untuk mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan, khususnya di Aceh Selatan.

“Ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian bukan menjadi andalan bila hendak memberantas pengangguran dan kemiskinan, khususnya di Aceh Selatan,” tegasnya.

Pemerintah Diminta Hentikan Aktivitas Tambang

Karena itu, Adi meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh segera menghentikan aktivitas pertambangan di Samadua.

Menurutnya, pemerintah perlu mendengarkan dan menghormati sikap masyarakat yang telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak menginginkan aktivitas pertambangan di wilayahnya.

“Warga sudah menyatakan secara terbuka tidak menginginkan adanya tambang di daerah mereka. Pemerintah harus menghormati sikap tersebut,” pungkasnya.

Previous Post

Dr. Safaruddin Pimpin Langsung Upacara Bendera HUT RI ke-81 di Abdya

Next Post

Merah Putih Berkibar di Pidie Jaya, Sibral Tantang ASN: Tuntut Kerja Nyata

Next Post
Merah Putih Berkibar di Pidie Jaya, Sibral Tantang ASN: Tuntut Kerja Nyata

Merah Putih Berkibar di Pidie Jaya, Sibral Tantang ASN: Tuntut Kerja Nyata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

9 Jabatan Strategis Polres Pidie Berganti, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Publik

9 Jabatan Strategis Polres Pidie Berganti, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Publik

01/10/2026
Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2]

01/10/2026
STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan UniSZA Perkuat Kerja Sama Internasional

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan UniSZA Perkuat Kerja Sama Internasional

01/10/2026
Gedung SMP Unggul Pidie Jaya Akan Dipinjamkan untuk Sekolah Rakyat, DPRK Sorot Kelayakan

Gedung SMP Unggul Pidie Jaya Akan Dipinjamkan untuk Sekolah Rakyat, DPRK Sorot Kelayakan

01/10/2026
2,82 Juta Benur Digelontorkan, Sibral Pacu Tambak Pidie Jaya Bangkit Usai Bencana

2,82 Juta Benur Digelontorkan, Sibral Pacu Tambak Pidie Jaya Bangkit Usai Bencana

01/10/2026

Terpopuler

Adi Samridha: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Samadua Tolak Tambang

Adi Samridha: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Samadua Tolak Tambang

17/08/2026

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

IMM Lakukan Aksi Dorong Motor, Buntut Kelangkaan BBM di Abdya

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com