Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Ohku, BPBA Catat 50 Kejadian Bencana di Aceh Selama Agustus 2026

redaksi by redaksi
01/09/2026
in Nanggroe
0
Ohku, BPBA Catat 50 Kejadian Bencana di Aceh Selama Agustus 2026

BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 50 kejadian bencana terjadi di wilayah Aceh sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan rekapitulasi kejadian bencana yang dihimpun BPBA, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi jenis bencana yang paling dominan, disusul kebakaran permukiman/bangunan, angin puting beliung atau cuaca ekstrem, serta banjir.

Dari total 50 kejadian tersebut, sebanyak 29 kejadian merupakan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), 13 kejadian kebakaran, 7 kejadian angin puting beliung/cuaca ekstrem, dan 1 kejadian banjir. Tingginya kejadian Karhutla sepanjang Agustus menjadi perhatian serius karena sebagian besar peristiwa tersebut terjadi ketika kondisi cuaca panas dan musim kemarau meningkatkan potensi lahan mudah terbakar serta mempercepat penyebaran api.

Kabupaten Aceh Besar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak, yakni sebanyak 24 kejadian selama Agustus 2026. Selanjutnya Kabupaten Aceh Tengah mencatat 8 kejadian, Bener Meriah dan Kota Lhokseumawe masing-masing 3 kejadian, Aceh Barat dan Aceh Barat Daya masing-masing 2 kejadian, sedangkan sejumlah wilayah lainnya seperti Pidie Jaya, Sabang, Pidie, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Gayo Lues dan Aceh Selatan masing-masing mencatat satu kejadian.

Khusus kejadian Karhutla, kebakaran tercatat terjadi di sejumlah wilayah Aceh, antara lain Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Gayo Lues dan beberapa daerah lainnya. Berdasarkan rekapitulasi BPBA, total luasan kebun/hutan atau lahan yang terdampak kebakaran selama Agustus 2026 mencapai sekitar 110,8 hektare. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman Karhutla masih perlu mendapat perhatian bersama, terutama di wilayah yang memiliki lahan kering dan kawasan hutan yang rentan terbakar.

Selain Karhutla, sejumlah kejadian kebakaran juga terjadi di berbagai kabupaten/kota. Beberapa kejadian mengakibatkan kerusakan bangunan dan rumah masyarakat. Salah satu kejadian yang cukup besar tercatat di Kabupaten Gayo Lues pada 26 Agustus 2026, ketika kebakaran melanda kawasan permukiman di Kecamatan Rikit Gaib. Rekapitulasi BPBA juga mencatat sejumlah kejadian kebakaran lainnya yang penyebabnya masih dalam penyelidikan maupun diduga berkaitan dengan faktor teknis seperti korsleting listrik dan kebocoran minyak.

Pada Agustus 2026, bencana hidrometeorologi berupa angin puting beliung atau cuaca ekstrem juga terjadi di beberapa wilayah. Kejadian tersebut antara lain tercatat di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. Dampaknya berupa kerusakan rumah warga serta pohon tumbang. Sementara itu, satu kejadian banjir tercatat terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya akibat hujan dengan intensitas tinggi, yang berdampak pada sejumlah kecamatan dan gampong serta menyebabkan warga terdampak dan rumah terendam.

Secara keseluruhan, rekapitulasi BPBA mencatat 142 kepala keluarga dan 141 jiwa terdampak dari berbagai kejadian bencana selama Agustus 2026. Dampak kerusakan yang tercatat meliputi 120 unit rumah rusak berat, 5 unit rumah rusak sedang, 11 unit rumah rusak ringan, serta 115 unit rumah terendam. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban hilang dalam rekapitulasi kejadian bencana bulan Agustus 2026.

Total taksiran kerugian material akibat berbagai kejadian bencana selama Agustus 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp42,46 miliar. Besarnya nilai kerugian tersebut menunjukkan bahwa bencana tidak hanya berdampak terhadap keselamatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi sosial, ekonomi, permukiman, lahan, dan aset masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST., MT., mengatakan bahwa tingginya kejadian Karhutla selama Agustus menjadi perhatian BPBA bersama BPBD kabupaten/kota dan unsur terkait. Menurutnya, pencegahan harus menjadi langkah utama karena sebagian besar kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Jangan melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, karena pada kondisi cuaca panas dan kering api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujar Bahron Bakti.

Ia menambahkan, BPBA terus memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, pemadam kebakaran, pemerintah daerah, TNI/Polri, aparat gampong, relawan kebencanaan dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Respons cepat dan deteksi dini dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian berkembang menjadi bencana yang lebih besar serta menekan jumlah korban dan kerugian.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki peran dalam kesiapsiagaan dan respons, namun partisipasi masyarakat juga sangat menentukan. Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi bencana dan mengikuti imbauan petugas di lapangan,” katanya.

Memasuki September 2026, BPBA mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, terutama Karhutla, kebakaran permukiman, angin kencang dan banjir. Masyarakat diminta menjaga lingkungan, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera menghubungi petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Previous Post

Kemenag Aceh Tenggara Perkuat Akuntabilitas Anggaran dan Disiplin ASN

Next Post

Al-Farlaky Launching Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Timur

Next Post
Al-Farlaky Launching Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Timur

Al-Farlaky Launching Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Al-Farlaky Launching Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Timur

Al-Farlaky Launching Pembangunan Huntap Korban Banjir Aceh Timur

01/09/2026
Ohku, BPBA Catat 50 Kejadian Bencana di Aceh Selama Agustus 2026

Ohku, BPBA Catat 50 Kejadian Bencana di Aceh Selama Agustus 2026

01/09/2026
Kemenag Aceh Tenggara Perkuat Akuntabilitas Anggaran dan Disiplin ASN

Kemenag Aceh Tenggara Perkuat Akuntabilitas Anggaran dan Disiplin ASN

01/09/2026
Kemenag Aceh Jajaki Kerjasama Pendidikan dengan Universitas Malang

Kemenag Aceh Jajaki Kerjasama Pendidikan dengan Universitas Malang

01/09/2026
Pertama di Aceh, Layanan Kateterisasi Jantung Anak Resmi Hadir di RSUD Meuraxa

Pertama di Aceh, Layanan Kateterisasi Jantung Anak Resmi Hadir di RSUD Meuraxa

01/09/2026

Terpopuler

Rp70,5 Miliar APBG Pidie Jaya Mengendap, Gaji Perangkat Gampong Mandek 4 Bulan

Rp70,5 Miliar APBG Pidie Jaya Mengendap, Gaji Perangkat Gampong Mandek 4 Bulan

31/08/2026

Masyarakat Aceh Tagih Janji Realisasi Pengumuman Status Blang Padang yang Diikrarkan Ketua MPU Aceh

Uang Rakyat Dipertaruhkan, 27 Pemegang Mandat Pidie Jaya Ditantang Buka Data Oleh Mahasiswa

Ohku, BPBA Catat 50 Kejadian Bencana di Aceh Selama Agustus 2026

Kecelakaan Ganda di Susoh, Pengendara Becak Barang Warga Tapaktuan Meninggal Dunia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com