Canberra -Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat jejaring akademik dan riset internasional melalui kolaborasi dengan Coral Bell School of Asia Pacific Affairs, Australian National University (ANU).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui research progress workshop yang mengkaji secara komparatif pembangunan damai (peacebuilding) di Aceh dan Bangsamoro.
Workshop mempertemukan tim peneliti USK yang dipimpin Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd. dengan tim ANU yang dipimpin Prof. Edward Aspinall. Riset kolaboratif ini telah berlangsung sejak Februari 2026 dan berfokus pada pengalaman, dinamika politik, tata kelola, serta tantangan konsolidasi perdamaian di Aceh dan Bangsamoro.
Tim peneliti USK terdiri atas Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd., Dr. Muhammad Aulia dari Sekolah Pascasarjana USK, dan Maimun dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USK. Penelitian dari perspektif Bangsamoro melibatkan Kebart P. Licayan, Legislative Staff Officer pada Bangsamoro Transition Authority. Dalam workshop, Maimun memaparkan perkembangan riset mengenai perdamaian Aceh, terutama transformasi politik, tata kelola pemerintahan, distribusi kekuasaan, dan pembangunan pascakonflik.
Sementara Kebart P. Licayan mempresentasikan perkembangan pembangunan damai dan transformasi politik di Bangsamoro. Kedua paparan menjadi basis diskusi komparatif mengenai faktor politik dan kelembagaan yang memengaruhi keberlanjutan perdamaian.
Workshop berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama berupa diskusi informal pada pukul 10.00–12.00 di ruang pertemuan perpustakaan dan turut diikuti peserta dari unsur Indonesia-Australia Partnership. Sesi kedua berlangsung pukul 14.00–16.00 di Reading Room, lantai 4, Gedung Hedley Bull, ANU, dengan agenda presentasi perkembangan riset dan diskusi akademik. Kegiatan tersebut turut dihadiri Prof. Yuli Rahmawati, M.Sc., Ph.D., Atase Pendidikan Indonesia untuk Australia, dan Dr. Amiruddin, M.Si., Dekan FKIP USK. Prof. Yuli menekankan bahwa kolaborasi riset internasional merupakan bagian penting dari penguatan kapasitas akademik perguruan tinggi Indonesia. Menurutnya, kerja sama USK dan ANU menunjukkan pentingnya membangun kemitraan yang mempertemukan keunggulan akademik Indonesia dan Australia untuk mengkaji isu strategis, termasuk perdamaian, konflik, pemerintahan, dan pembangunan pascakonflik.
Kolaborasi USK-ANU ini diharapkan memperkuat internasionalisasi riset USK sekaligus menghasilkan kontribusi akademik terhadap kajian post-conflict peacebuilding, transformasi politik, tata kelola, dan keberlanjutan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik.









