PULO ACEH — Forum Mahasiswa Daerah (Formad) menggelar Youth Education Roadshow 2026 di kawasan kepulauan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, pada 7–8 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi pendidikan sekaligus memberikan dukungan langsung kepada pelajar di wilayah kepulauan.
Dalam kegiatan tersebut, Formad menyalurkan 357 paket perlengkapan sekolah (school kit) kepada pelajar di enam sekolah, yakni SMA Negeri 2 Pulo Aceh, SMP Negeri 2 Pulo Aceh, SMP Negeri 3 Pulo Aceh, SD Negeri Rinon, SD Negeri Meulingge, dan SD Negeri Lampuyang.
Ketua Panitia Youth Education Roadshow 2026, Azkia Alghifari, mengatakan kegiatan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan.
“Program ini kami rancang untuk mendukung kebutuhan belajar siswa sekaligus membuka akses informasi pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi pelajar di wilayah kepulauan,” ujar Azkia.
Selain penyaluran school kit, tim pemateri Formad yang terdiri dari Muhammad Yunizar, Syaira Sayyida, Wanti Nur Jadidah, Putri Rizkia, dan Irhamni memberikan materi mengenai jalur masuk perguruan tinggi, peluang beasiswa, serta pengalaman dan strategi melanjutkan studi ke luar negeri (study abroad).
Salah seorang guru SMA Negeri 2 Pulo Aceh, Mufti, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan motivasi dan wawasan baru bagi siswa. Ia berharap program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan wali murid.
“Kegiatan seperti ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan. Selain menyasar siswa, penting juga untuk memberikan pemahaman kepada orang tua dan wali murid agar mereka turut mendukung kelanjutan studi dan pendidikan anak-anaknya,” ungkap Mufti.
Soroti Keterbatasan Infrastruktur
Ketua Formad, Hafiz Maruf Akbar, mengatakan kegiatan tersebut juga memperlihatkan masih adanya tantangan dalam pemerataan akses pendidikan, khususnya terkait infrastruktur penunjang.
Menurutnya, keterbatasan jaringan internet menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi akses pelajar terhadap informasi dan peluang pendidikan.
“Kami melihat bahwa masyarakat harus bisa menikmati akses pendidikan yang lebih luas. Hal ini sangat bergantung pada infrastruktur penunjang, salah satunya jaringan internet yang saat ini belum tersedia secara merata di wilayah Pulo Aceh,” tegas Hafiz.
Ia berharap pemerintah, lembaga swasta, dunia pendidikan, serta organisasi masyarakat dan kepemudaan dapat bersama-sama memperkuat dukungan terhadap pendidikan di wilayah kepulauan.
Hafiz juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, baik dari dalam maupun luar negeri, yang telah mendukung penyediaan school kit dan pelaksanaan program pendidikan Formad.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, baik dari dalam maupun luar negeri, yang telah berpartisipasi dan mendukung program-program pendidikan yang digagas oleh Formad,” kata Hafiz.
Melalui Youth Education Roadshow 2026, Formad berupaya menghadirkan bantuan, informasi, dan motivasi pendidikan bagi pelajar Pulo Aceh sekaligus mendorong perhatian lebih besar terhadap pemerataan akses dan infrastruktur pendidikan di wilayah kepulauan.









