BANDA ACEH — Janji pemulihan hak-hak korban Pelanggaran HAM Berat (PHB) masa lalu terbukti hanya menjadi komoditas politik tanpa realisasi nyata. Hingga hari ini, para korban dan keluarga masih terus menagih keseriusan pemerintah pusat yang tak kunjung mengonkretkan janji-janji manis mereka di lapangan.
Kondisi terkatung-katungnya nasib korban ini memicu kecaman keras di daerah. Farhan Syamsuddin, Aktivis HAM Aceh sekaligus pendamping korban PHB di Aceh dan aktif mendampingi Komnas HAM RI setiap verifikasi data korban, secara tegas menyatakan bahwa para korban selama ini hanya “dipermainkan” oleh lingkaran birokrasi pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh.”Kami tidak mau lagi diberi janji-janji kosong atau sekadar seremonial.
Korban dan ahli waris di Aceh merasa dipermainkan secara psikologis dan administratif oleh pemerintah pusat maupun daerah. Negara harus berhenti mengulur waktu!” cetus Farhan dengan nada geram dalam keterangannya hari ini kepada awak media 10 /09/2026.
Farhan menegaskan bahwa martabat korban tidak bisa diganti dengan program bantuan sosial yang setengah hati. Atas dasar itu, ia menuntut pemerintah pusat untuk segera mengabulkan tuntutan mutlak dari para korban, yaitu pemberian kompensasi tunai sebesar Rp1,5 miliar per korban atau ahli waris korban.
Nilai Rp1,5 miliar tersebut merupakan hak pemulihan ekonomi dan hak hidup yang sangat rasional setelah puluhan tahun para korban hidup dalam trauma, kemiskinan sistemik, dan pengabaian terstruktur oleh negara.
Kompensasi tunai langsung ini dinilai sebagai satu-satunya bukti konkret jika negara memang serius mengakui kesalahan masa lalu, bukan sekadar menjadikannya jargon politik pemilu.Para aktivis dan pendamping korban di Aceh menegaskan tidak akan mundur dan akan terus menggalang kekuatan jika tuntutan kompensasi Rp1,5 miliar ini kembali diabaikan.
Negara didesak segera menerbitkan regulasi khusus pembagian kompensasi tunai ini sebelum kemarahan publik dan ketidakpercayaan masyarakat Aceh terhadap komitmen HAM pemerintah pusat semakin meluas.Tutup Farhan dengan kesal








