SIGLI — Partisipasi perempuan dalam demokrasi di Kabupaten Pidie mulai bergerak dari sekadar menjadi pemilih menuju ruang kepemimpinan. Bawaslu Pidie menyebut sekitar 30 persen perempuan telah tersosialisasi dalam pendidikan kepemiluan.
Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Pidie, Nelliyana, SE, M.Ag, mengatakan keterlibatan perempuan dalam proses demokrasi perlu terus diperkuat, termasuk melalui sosialisasi kepemiluan yang dilakukan penyelenggara pemilu.
Pernyataan itu disampaikan Nelliyana saat memberikan apresiasi atas terpilihnya Rauzatul Jannah sebagai keuchik perempuan pertama di Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, dari Gampong Mesjid Ulee Gampong.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan selamat bekerja kepada Rauzatul Jannah sebagai keuchik perempuan pertama di Kecamatan Indra Jaya,” ujar Nelliyana.
Menurutnya, munculnya perempuan dalam kepemimpinan gampong menjadi salah satu gambaran bahwa ruang partisipasi perempuan dalam demokrasi semakin terbuka.
Sosialisasi kepemiluan, kata Nelliyana, tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai tahapan dan proses pemilu. Lebih jauh, keterlibatan perempuan diharapkan dapat tumbuh menjadi partisipasi aktif dalam menentukan arah pembangunan dan pengambilan keputusan di tengah masyarakat.
Terpilihnya Rauzatul Jannah sekaligus menjadi catatan penting dalam dinamika kepemimpinan gampong di Kecamatan Indra Jaya. Ia menjadi perempuan pertama yang dipercaya menduduki jabatan keuchik di kecamatan tersebut.
Bagi Bawaslu Pidie, keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan lokal merupakan bagian dari proses demokrasi yang perlu terus dikawal, terutama agar kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan publik terbuka bagi seluruh warga.
Bawaslu pun menyampaikan ucapan selamat kepada Rauzatul Jannah dan berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik untuk masyarakat Gampong Mesjid Ulee Gampong.[Mul]








