LHOKNGA – Untuk meningkatkan kemampuan literasi dan publikasi kegiatan, Penyuluh Akhwat Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar mengikuti pelatihan teknik menulis berita yang berlangsung dalam Kajian Akhwat di Dayah Sabilal Muhtadin, Kamis, 17 September 2026.
Pelatihan ini dipandu oleh Zahratil Ainiah,S.I.Kom, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kec. Lhoknga. Peserta dibekali pengetahuan dasar tentang cara menulis berita yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Dalam penyampaiannya, Zahratil menjelaskan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan penyuluh memiliki nilai informasi yang penting untuk dibagikan kepada masyarakat. Namun, informasi tersebut perlu disampaikan dengan cara yang tepat agar menarik untuk dibaca.
“Menulis berita tidak harus menggunakan bahasa yang sulit dan ilmiah. Yang penting informasinya jelas, faktual, dan mampu membuat pembaca tertarik untuk mengetahui lebih lanjut,” jelasnya.
Para peserta juga diperkenalkan dengan unsur dasar berita, seperti 5W+1H, Pemilihan Judul, Pembuatan Lead, Penyusunan Isi Berita, Kutipan, hingga cara memilih Angle berita.
Menurut Zahratil, kemampuan menulis berita dapat membantu penyuluh dalam mendokumentasikan sekaligus mempublikasikan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang dilaksanakan di tengah masyarakat.
“Banyak kegiatan baik yang dilakukan penyuluh, tetapi terkadang belum terdokumentasikan dan dipublikasikan dengan baik. Karena itu, kemampuan menulis menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung tugas penyuluh,” tambahnya.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak memahami contoh berita dan mencoba menyusun informasi kegiatan menjadi sebuah berita yang menarik.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para Penyuluh Akhwat Kemenag Aceh Besar khususnya untuk semakin aktif menulis dan mempublikasikan berbagai kegiatan positif yang dilakukan bersama masyarakat.
Selain itu, ia juga berharap berita yang sudah dibuat oleh masing-masing penyuluh, agar dipublikasikan di Website Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI/ https://pp-ipari.org/ ) dan Media Online.
Dengan kemampuan literasi yang semakin baik, setiap kegiatan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga dapat menjadi informasi yang bermanfaat dan menginspirasi masyarakat luas.
Penulis : Zahratil Ainiah, S.I.Kom, Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Lhoknga








