MEUREUDU — Pemanfaatan potensi tanaman lokal sebagai sumber pewarna alami menjadi salah satu langkah kreatif dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus pengembangan ekonomi kreatif ramah lingkungan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) dengan judul “Pelatihan Teknik Ecoprint Menggunakan Pewarna Alami Tanaman Lokal sebagai Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Ramah Lingkungan Kelompok PKK Blang Cut Pidie Jaya”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari senin 21 September 2026 di Gampong Blang Cut, kecamatan meurah dua Kabupaten Pidie Jaya, ini diketuai oleh Dr. Puspita Annaba Kamil, S.Pd., M.Pd. Tim pengabdian juga melibatkan dua anggota, yaitu Rahmat Barona, S.P., M.Si. dan Riantari Maharani, S.E.Ak., S.H., M.Si.
Pelaksanaan program turut melibatkan mahasiswa, yaitu Dia Purnama Lestari, Nafisa Hardilla, Tiara Putri Wahyuni, dan Fahreza Irjuliansyah. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendukung proses pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan, pendampingan peserta, praktik ecoprint, hingga dokumentasi dan evaluasi kegiatan.
Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan kelompok PKK Gampong Blang Cut dalam memanfaatkan tanaman lokal sebagai bahan pewarna alami untuk menghasilkan produk ecoprint. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai konsep ecoprint, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung.
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan pada pemilihan tanaman yang berpotensi menghasilkan warna dan motif alami. Selanjutnya, peserta mempraktikkan tahapan pembuatan ecoprint, mulai dari persiapan bahan, pemilihan dan penataan daun, proses pencetakan motif pada kain, hingga tahap penyelesaian produk.
Ketua tim pengabdian, Dr. Puspita Annaba Kamil, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pemanfaatan tanaman lokal dalam pembuatan ecoprint merupakan salah satu bentuk pengembangan kreativitas masyarakat yang dapat menghubungkan aspek lingkungan dengan potensi ekonomi lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk melihat tanaman lokal sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan secara kreatif dan memiliki nilai tambah. Ecoprint tidak hanya menghasilkan produk dengan motif yang unik, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan peluang ekonomi berbasis potensi lingkungan sekitar,” ujar Puspita.
Pelatihan Berbasis Praktik
Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan menggabungkan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta untuk memperoleh pengalaman secara langsung dalam setiap tahapan pembuatan produk ecoprint.
Kelompok PKK Blang Cut didampingi oleh tim pengabdian dan mahasiswa selama proses praktik. Peserta diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi bentuk, susunan, dan karakter tanaman sehingga setiap produk yang dihasilkan memiliki motif yang relatif unik dan berciri khas bahan alam yang digunakan.
Keterlibatan mahasiswa juga memberikan pengalaman pembelajaran di luar ruang kelas. Mahasiswa berperan dalam membantu peserta selama praktik sekaligus terlibat dalam proses penerapan pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
Mendorong Ekonomi Kreatif Ramah Lingkungan
Selain peningkatan keterampilan, program PKMBP-TTG ini diarahkan untuk memperkenalkan alternatif pengembangan produk kreatif yang memanfaatkan potensi lokal. Produk ecoprint diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi berbagai produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Pemanfaatan bahan dari lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran terhadap penggunaan sumber daya secara bijak. Dengan mengangkat tanaman lokal sebagai bagian dari proses kreatif, masyarakat dapat mengembangkan produk yang memiliki karakter khas sekaligus memperkenalkan potensi lingkungan setempat.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi kelompok PKK untuk terus berinovasi dan mengembangkan keterampilan ecoprint secara mandiri.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Kegiatan PKMBP-TTG ini memperlihatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan pemberdayaan yang berbasis pada kebutuhan dan potensi masyarakat.
Tim pengabdian yang terdiri atas Dr. Puspita Annaba Kamil, S.Pd., M.Pd., Rahmat Barona, S.P., M.Si., dan Riantari Maharani, S.E.Ak., S.H., M.Si., bersama mahasiswa Dia Purnama Lestari, Nafisa Hardilla, Tiara Putri Wahyuni, dan Fahreza Irjuliansyah, berkolaborasi dalam pelaksanaan program di Gampong Blang Cut.
Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam peningkatan keterampilan masyarakat maupun dalam penguatan pengalaman mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara langsung di masyarakat.
Kegiatan PKMBP-TTG ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong inovasi berbasis potensi lokal, pemberdayaan kelompok masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.










