BANDA ACEH – Nyalanesia menganugerahkan Piagam Penghargaan kepada M. Yusuf Is, SP dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sebagai Sosialisator dan Penggerak Literasi Nasional Wilayah atas dedikasi dalam mendorong gerakan literasi di daerah.
Penganugerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian Penghargaan & Penganugerahan Festival Literasi Aceh 1 Tahun 2025-2026 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (03/09/2026).
Selain M. Yusuf Is, ada empat orang peserta lainnya penggerak literasi terbaik dari kabupaten/kota lainnya di Aceh. Adapun penerima penghargaan lainnya adalah Dinar Puspita Ayu, S.Pd.I dari Aceh Timur, Dewi Sofiana, S.P dari Bireuen, Kas Pani, M.Pd dari Aceh Singkil, dan Ratih Muliyani, S.Pd.I dari Aceh Utara.
Mereka menerima piagam atas kontribusi nyata dalam mengkampanyekan, mengedukasi, dan menggerakkan budaya baca tulis di lingkungan masyarakat, baik di sekolah maupun komunitas.
Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi Nyalanesia atas peran aktif para sosialisator yang dinilai konsisten menjadi ujung tombak gerakan literasi di daerah. Kerja-kerja kolaboratif mereka telah menjadi jembatan antara program literasi nasional dengan implementasi nyata di lapangan.
Prestasi yang diraih M. Yusuf Is, SP menjadi kebanggaan tersendiri dan membuat harum nama Kabupaten Aceh Barat Daya, sekaligus menjadi bukti bahwa gerakan literasi di Abdya terus tumbuh dan mendapat pengakuan di tingkat provinsi.
Pada kesempatan tersebut, Yusuf menyampaikan ungkapan terima kasih kepada segenap lapisan masyarakat yang telah mendorong dan mendukung program literasi, kepada Bupati Abdya Dr Safaruddin, Safaruddin, S.Sos MSP dan Forum Jurnalis Aceh yang terus mensupport dan memberikan ruang untuk berkreatif dalam menulis.
“Saya percaya generasi Aceh memiliki potensi yang luar biasa. Banyak anak muda Aceh yang cerdas, kreatif, berprestasi, dan mampu bersaing dengan generasi dari daerah lain. Yang dibutuhkan adalah ruang, kesempatan, dukungan, dan keberanian untuk terus berkembang dan maju,” ungkap Yusuf, yang juga merupakan pengurus FJA Wilayah Abdya.
Pada kesempatan ini M. Yusuf juga menuturkan bahwa generasi sekarang untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan. Tapi harus siap menjadi generasi yang menciptakan perubahan.
“Terus berkarya, terus belajar, terus menginspirasi. Karena masa depan Aceh berada di tangan para generasi muda yang hari ini berani bermimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
Imam Subchan advisor Nyalanesia mengharapkan, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi para penggerak literasi lainnya di Abdya dan Aceh pada umumnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam membangun budaya literasi yang kuat, kreatif, dan berkelanjutan.








