JANTHO – Pj Keuchik Pulo Bunta, Rusydi SAg MPd memfasilitasi Tim Universitas Serambi Mekkah (USM) dalam proses untuk memperoleh dan hibah dari Kemdiktisaintek untuk Gampong Meunasah Tuha, Kecamatan Peukan Bada.
Hal itu disampaikan Rusydi disela penanda tanganan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM, Selasa 3 November 2026 di Aula UDKP Kecamatan Peukan Bada.
“Proses untuk mendapatkan dana hibah tersebut sudah dilakukan sejak sebulan yang lalu bersama dosen FKM USM, Burhanuddin Syam dan alhamdulillah sudah disetunjui oleh Kemendiktisaintek, “kata Rusydi yang juga selaku Sekcam Peukan Bada ini.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor IV, Dr Jalaluddin MPd menyampaikan kabar baik terkait keberhasilan tim Universitas Serambi Mekkah memperoleh hibah Program Mahasiswa Berdampak – Aksara Peduli Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), melalui program berjudul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan Kesiapsiagaan Kesehatan Menghadapi Gempa Bumi dan Tsunami melalui Inovasi Edukasi dan Simulasi Berbasis Komunitas di Gampong Meunasah Tuha Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar.”
Program ini merupakan salah satu wujud konkret implementasi kerja sama antara Universitas Serambi Mekkah dan Pemerintah Kecamatan Peukan Bada.
“Kegiatan tersebut diinisiasi oleh tim kolaborasi lintas fakultas yang melibatkan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah bersama Sekcam Peukan Bada, “kata Jalaluddin.
Keberhasilan memperoleh pendanaan hibah tersebut menjadi momentum penting bagi USM untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang hadir langsung di tengah masyarakat. Melalui Program Mahasiswa Berdampak – Aksara Peduli, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pembelajaran di luar kampus, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam mengidentifikasi permasalahan, merancang solusi, menerapkan inovasi, dan mendampingi masyarakat dalam proses pemberdayaan.
Program ini dirancang dengan pendekatan kolaboratif dan multidisiplin yang mengintegrasikan keilmuan kesehatan masyarakat, pendidikan, dan teknik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan solusi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tingkat gampong.
Pelaksanaan program ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama MoA dan IA tidak berhenti pada dokumen kesepakatan, tetapi langsung diarahkan pada kegiatan nyata yang melibatkan dosen, mahasiswa, pemerintah kecamatan, dan kelompok masyarakat sasaran.
“Dengan adanya dukungan pemerintah kecamatan, diharapkan pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak – Aksara Peduli dapat berjalan secara optimal, partisipatif, dan berkelanjutan serta menjadi model kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah wilayah dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi, “tutup Jalaluddin.









