Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Perpaduan Jhon Lie – Daud Beureueh di Perang Aceh

redaksi by redaksi
15/09/2019
in Sejarah
0
Perpaduan Jhon Lie – Daud Beureueh di Perang Aceh

Dokumentasi John Lie di Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. Foto Kompas.com/Silvita Agmasari

NAMA lengkapnya Jahja Daniel Dharma. Tapi ia lebih dikenal dengan nama beken Jhon Lie. Ia berasal dari minoritas Tinghoa kelahiran Manado.

Sosok Jhon Lie, sebenarnya memiliki saham besar, dalam pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia dikenal sebagai penyeludup ulung oleh penjajah, tapi juga penyelamat dan pahlawan oleh sebahagian pejuang kemerdekaan.

Kolaborasi Jhon Lie dan Daud Beureueh lah yang membuat para pejuang kemerdekaan bisa memenangi perang demi perang di Sumatera.

Dari berbagai sumber disebutkan, Jhon Lie lahir pada 1911. Dalam buku Memenuhi Panggilan Ibu Pertiwi: Biografi Laksamana Muda John Lie (2008) yang disusun M. Nursam, ditulis bahkan Jhon Lie sudah menjadi pelaut sejak umur 18 tahun.

“Terjun dalam dunia pelaut bukan karena asuhan keluarga, tapi karena keinginan sendiri. Ia menjadi pelaut pada 1929 sewaktu berumur 18 tahun karena tekanan penghidupan dan didorong oleh kemauannya sendiri.”

“Saya memang sudah bekerja di KPM sejak tahun 1929 sebagai kelasi di dek. Nah pada bulan Februari tahun 1942, saya sedang berada di Pelabuhan Cilacap, di atas kapal tua dari KPM yang bernama MV Tosari, sebagai Stuurman Klein Vaart, fungsinya masuk di Cilacap memuat muatan rubber (karet) 400 ton,” aku John Lie, seperti dikutip Nursam dalam bukunya.

Jhon Lie diangkat menjadi nakhoda kapal cepat The Outlaw. Mulailah dia beraksi setelah September 1947.

“Operasi perdana The Outlaw melayari rute Singapura, Labuan Bilik dan Port Swattenham pada Oktober 1947,” tulis Iwan Santoso dalam Tionghoa dalam Sejarah Kemiliteran (2014).

Jhon Lie sering menggunakan perairan Aceh dalam setiap aksinya. Ini karena ia memiliki kedekatan dengan Daud Beureueh dan sejumlah pejuang Aceh lainnya. Beda agama dan lahir sebagai minoritas, tak membuat kedekatan Daud Beureuh dan Jhon Lie terkikis. Jhon bahkan memiliki surat ‘keramat’ dari Daud Beureueh agar tidak bermasalah selama berada di perairan Aceh.

Belanda sendiri, tak bisa berbuat apa-apa di perairan Aceh, tapi Jhon Lie bisa keluar masuk dengan mudah berkat surat keramat tadi.

“Jhon Lie menyeludupkan senjata untuk pejuang Aceh. Sebagai gantinya, pejuang Aceh juga menyerahkan gandum serta hasil bumi lainnya kepada Jhon Lie. Tugas Jhon Lie membawanya keluar dan menukar dengan senjata serta kembali membawa pulang ke Aceh.”

Konon, suplai senjata inilah yang kemudian terjadinya perang-perang besar antara Aceh dengan Belanda. Belanda sendiri mengalami kerugian yang besar dalam perang Aceh.

Menurut Azmi Abubakar, pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, kepada kompas seperti dikutip atjehwatch, Lie juga pernah disurati Duta Besar Indonesia untuk Singapura agar ‘mengerem’ kegiatan penyeludupannya karena kondisi yang tidak kondusif.

“John Lie dan istri ini tidak punya keturunan. Saat istrinya terakhir meninggal, rumah mereka di daerah Cipete itu dilelang,” ujar Azmi dikutip dari kompas.

 

Tags: daud beureuehjohn lieperang aceh
Previous Post

111 Atlet Aceh Menuju POMNAS

Next Post

Menang Atas PSIS, Persija Keluar dari Zona Degradasi

Next Post
Menang Atas PSIS, Persija Keluar dari Zona Degradasi

Menang Atas PSIS, Persija Keluar dari Zona Degradasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Pidie Jaya Bongkar 4 Kasus Narkoba dalam Operasi Antik 2026, 7 Tersangka Diamankan

Polres Pidie Jaya Bongkar 4 Kasus Narkoba dalam Operasi Antik 2026, 7 Tersangka Diamankan

05/05/2026
SMAN 2 Timang Gajah Gelar Tradisi Berpeumunge atau Malunakni Ku Ureng Tue

SMAN 2 Timang Gajah Gelar Tradisi Berpeumunge atau Malunakni Ku Ureng Tue

05/05/2026
Darwati A. Gani Silaturahmi ke PNM, Dalami Sistem Pembiayaan Pemberdayaan Perempuan

Darwati A. Gani Silaturahmi ke PNM, Dalami Sistem Pembiayaan Pemberdayaan Perempuan

05/05/2026
Bunda PAUD Aceh Timur Turut Hadiri Upacara Hardiknas

Bunda PAUD Aceh Timur Turut Hadiri Upacara Hardiknas

05/05/2026
Illiza Melepas Keberangkatan 287 JCH Kloter I Banda Aceh

Illiza Melepas Keberangkatan 287 JCH Kloter I Banda Aceh

05/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

02/05/2026

FK USK Lakukan Sosialisasi S2 MKM di 5 Kabupaten/Kota

Dr. H. Said Usman: USK Buka Pintu Lebar untuk S2 dan S3 Kesehatan

FK USK dan Pemkab Aceh Barat Rancang SDM Kesehatan Lintas Spesialis

Perpaduan Jhon Lie – Daud Beureueh di Perang Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com